Sosialisasi Pencegahan Bullying pada Siswa SDN 001 Tanjung Jaya
DOI:
https://doi.org/10.31004/gz8c8r97Keywords:
Bullying , Sosialisasi , Promosi KesehatanAbstract
Setiap anak berhak untuk tumbuh dan berkembang dengan gembira, aman, dan sehat. Untuk mencapainya, kita perlu saling menghargai, memilih teman yang baik, serta menjaga diri dari hal-hal yang dapat merugikan tubuh dan masa depan kita. Bullying di sekolah dasar masih sering dinormalisasi sebagai ejekan sehingga berisiko menimbulkan masalah psikologis dan menurunkan kenyamanan belajar. Tujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa tentang bentuk, dampak, dan pencegahan bullying. Metode kegiatan pengabdian dilaksanakan di SDN 001 Koto Kampar Hulu pada siswa kelas V–VI melalui observasi awal, penyuluhan interaktif, diskusi-tanya jawab, dan demonstrasi praktik perilaku saling menghargai. Hasil setelah edukasi, siswa mampu menjelaskan definisi dan bentuk bullying, mengenali dampaknya, serta menunjukkan sikap menolak perundungan, guru memperoleh penguatan strategi pencegahan dan mekanisme dukungan bagi korban. Intervensi berbasis sekolah efektif sebagai langkah awal pembentukan iklim kelas yang aman, namun membutuhkan penguatan norma dan pemantauan agar perubahan perilaku bertahan. Saran: integrasikan materi anti-bullying dalam kegiatan rutin sekolah, bentuk duta sebaya, libatkan orang tua, dan lakukan monitoring berkala.
Downloads
References
Abdullah, R. (2024). Pendekatan Kolaboratif Guru dan Orang Tua dalam Mencegah Pergaulan Bebas Remaja. Jurnal Ilmu Pendidikan, 6(3), 201–210.
Anderson, P., & Baumberg, B. (2020). Alcohol in Europe: A Public Health Perspective. The Lancet Public Health, 5(3), 152–160.
Brown, S. A., & Tapert, S. F. (2021). Adolescence and the Neurodevelopmental Impact of Alcohol. Journal of Studies on Alcohol and Drugs, 82(1), 5–14.
Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Menengah. (2023). Modul Anti Perundungan untuk ` Satuan Pendidikan. Jakarta: Kemendikbudristek.
Fitri, R. P., & Putri, N. A. (2025). Pengaruh Self Esteem, Pergaulan Teman Sebaya terhadap Perilaku Agresif Verbal Siswa SMA. World Health Digital Journal, 1(1), 32–37.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Pedoman Pencegahan dan Penanggulangan Perilaku Berisiko pada Remaja. Jakarta: Kemenkes RI.
Lestari, R. R. (2024). Peran Edukasi Interaktif dalam Mencegah Bullying di Sekolah. Jurnal Pendidikan Karakter, 8(1), 14–25.
National Institute on Alcohol Abuse and Alcoholism. (2022). Underage Drinking: A Resource Guide. U.S. Department of Health and Human Services.
Salmivalli, C., Laninga-Wijnen, L., Malamut, S. T., & Garandeau, C. F. (2021). Bullying Prevention in Adolescence: Solutions and New Challenges from the Past Decade. Journal of Research on Adolescence, 31(4), 1023–1046. https://doi.org/10.1111/jora.12688
Santrock, J. W. (2021). Adolescence (17th ed.). New York: McGraw-Hill Education.
Syafriani, S. (2024). Edukasi Kesehatan Remaja untuk Pencegahan Perilaku Seksual Berisiko. Jurnal Kesehatan Masyarakat Pahlawan, 5(2), 77–85.
UNESCO. (2022). School Violence and Bullying: Global Status Report. Paris: UNESCO Publishing.
World Health Organization. (2023). Global Status Report on Alcohol and Health 2023. WHO Press.
Zhao, N., Yang, S., Zhang, Q., Wang, J., Xie, W., Tan, Y., & Zhou, T. (2024). School bullying results in poor psychological conditions: Evidence from a survey of 95,545 subjects. Frontiers in Psychology, 15, 1–13. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2024.127987g.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Syafriani, Rani Irinericy, Fajarini Putri Hidayat, Siska Syofiana, Nita Rustanti, Siti Nurkhasanah, Muniroh Muniroh

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












