Pendampingan Terpadu Pencegahan dan Penanganan Stunting pada Anak dengan Riwayat Bronkopneumonia dan Anemia di Wilayah Kerja Puskesmas Kabupaten Tangerang

Authors

  • Dodo Nugroho Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Tarumanagara Author
  • Ernawati Ernawati Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Tarumanagara Author
  • Stephanie Amadea Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Tarumanagara Author
  • Marisca Clarissa Virgie Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Tarumanagara Author
  • Meta Angelia Buntardi Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Tarumanagara Author

DOI:

https://doi.org/10.31004/9k948t63

Keywords:

Stunting , Bronkopneumonia , Anemia , Kedokteran keluarga , Holistik

Abstract

Stunting atau kerdil merupakan kondisi kegagalan pertumbuhan yang dialami anak berusia di bawah lima tahun. Stunting dapat dikategorikan apabila tinggi badan anak lebih rendah dari minus dua standar deviasi kurva pertumbuhan World Health Organization (WHO). Kekurangan gizi kronis serta infeksi yang terjadi secara berulang, terutama pada masa pertumbuhan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sangat berpotensi menyebabkan stunting. Studi kasus dilakukan pada anak perempuan berusia 4 tahun 3 bulan dengan pola asuh dan asupan nutrisi yang kurang baik. Satu bulan sebelumnya pasien terdiagnosis bronkopneumonia dan anemia dengan hemoglobin 10.5 g/dL dan rontgen thorax menunjukkan gambaran bronkopneumonia. Pasien didiagnosis banding dengan TB paru, namun hasil test mantouxnya negatif. Hasil pemeriksaan antropometri menunjukkan pasien stunting dengan berat badan 9,9 kg dan panjang badan 89 cm. Pendekatan kedokteran keluarga yang holistik menggunakan Mandala of Health mampu mengidentifikasi penyebab masalah stunting pada pasien ini. Penyebab yang ditemukan adalah kurangnya pengetahuan orangtua terkait pola asuh sehingga asupan nutrisi yang diberikan tidak sesuai baik secara jumlah maupun jenisnya, kurangnya kebersihan diri dan lingkungan tempat tinggal, serta buruknya sirkulasi udara dalam rumah. Intervensi yang dilakukan berupa penerapan pola makan sehat dengan menu yang bervariasi, terapi PMT susu, suplementasi vitamin, sirup zat besi, kebersihan diri, perbaikan lingkungan tempat tinggal, serta edukasi terkait pemantauan tumbuh kembang secara berkala. Setelah intervensi, keluarga pasien memahami pola asuh yang baik dengan memberikan asupan nutrisi sesuai anjuran sehingga terjadi kenaikan berat badan pada pasien.

Downloads

Download data is not yet available.

References

American Academy of Family Physician. (2024). Family physician, definition. https://www.aafp.org/about/policies/all/family-medicine-definition.html

Herqutanto, & Wedhani. (2014). Buku keterampilan klinis ilmu kedokteran komunitas.

Departemen Ilmu Kedokteran Komunitas, Universitas Indonesia.

Katon, D., & Ayuningtyas, D. (2025). Peran pendekatan kedokteran keluarga dalam peningkatan pelayanan kesehatan di layanan primer: Literature review. Jurnal Ners, 9(2), 2899–2909. https://doi.org/10.31004/jn.v9i2.44188

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Laporan nasional riset kesehatan dasar 2018.Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. https://repository.badankebijakan.kemkes.go.id/id/eprint/3514/

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Profil kesehatan Indonesia 2023. https://layanandata.kemkes.go.id/file/profil-kesehatan/2023/bab-6.pdf

Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan. (2018). Strategi nasional percepatan pencegahan stunting (anak kerdil) periode 2018–2024. https://stunting.go.id/wp- content/uploads/2020/08/Stranas_Percepatan_Pencegahan_Anak_Kerdil.pdf

Candra, A. (2020). Patofisiologi stunting. JNH (Journal of Nutrition and Health), 8(2), 74–78. https://doi.org/10.14710/jnh.8.2.2020.74-78

Valentina, E. A., Siregar, R. A. I., Angelia, H., & Surjadi, T. (2023). Kasus stunting dengan pendekatan kedokteran keluarga di wilayah kerja Puskesmas Sindang Jaya. Malahayati Nursing Journal, 5(8), 2589–2606. https://doi.org/10.33024/mnj.v5i8.9535

Al Basith, I. B., Atzmardina, Z., & Clarissa, C. S. (2025). Kasus pertusis disertai diare berulang dan stunting pada An. MRZ dengan pendekatan kedokteran keluarga di wilayah kerja Puskesmas Cikupa Kabupaten Tangerang. Malahayati Nursing Journal, 7(12), 5261–5278. https://doi.org/10.33024/mnj.v7i12.22703

Prendergast, A. J., & Humphrey, J. H. (2014). The stunting syndrome in developing countries. Paediatrics and International Child Health, 34(4), 250–265. https://doi.org/10.1179/2046905514Y.0000000158

Downloads

Published

2026-01-08

Issue

Section

Articles