Model Klinik Mini Edukasi Obat Dan Perawatan Mandiri untuk Lansia di Puskesmas Walenrang Barat Kabupaten Luwu: Kolaborasi Inovatif Nakes
DOI:
https://doi.org/10.31004/b922nm38Keywords:
Klinik Kecil , Edukasi Obat , Lansia , Perawatan Mandiri , Pelayanan KesehatanAbstract
Peningkatan jumlah lansia di Indonesia berkontribusi terhadap meningkatnya prevalensi penyakit degeneratif, penggunaan obat jangka panjang, serta risiko ketidakpatuhan terapi dan penurunan kemampuan perawatan mandiri. Kondisi serupa ditemukan di wilayah kerja Puskesmas Walenrang Barat, Kabupaten Luwu, dengan jumlah lansia sebanyak 706 orang dan kecenderungan menurunnya kemampuan lansia dalam mengelola penggunaan obat dan menjaga kesehatan secara mandiri. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan lansia mengenai penggunaan obat yang benar serta keterampilan perawatan mandiri melalui penerapan Model Klinik Mini Edukasi Obat dan Perawatan Mandiri. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan interprofesional yang meliputi sosialisasi program, pelatihan tenaga kesehatan dan kader, pengembangan media edukasi berupa modul cetak dan video, pembentukan Klinik Mini Edukasi Lansia, pelaksanaan edukasi kelompok dan individu, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan dilaksanakan selama enam bulan dengan melibatkan tenaga kesehatan puskesmas, kader posyandu lansia, dan mahasiswa. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan lansia tentang penggunaan obat sebesar 38%, peningkatan kemampuan perawatan mandiri di rumah, serta meningkatnya partisipasi lansia dalam kegiatan posyandu rutin. Program ini disarankan untuk diintegrasikan ke dalam layanan rutin puskesmas dan direplikasi di wilayah lain sebagai inovasi pelayanan promotif dan preventif bagi lansia.
Downloads
References
Handayani, S., & Sari, D. P. (2021). Edukasi kesehatan berbasis komunitas terhadap peningkatan pengetahuan dan kemandirian lansia di puskesmas. Jurnal Pengabdian Kesehatan, 4(2), 85–92.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Profil kesehatan Indonesia tahun 2020. Kementerian Kesehatan RI.
Nurhayati, N., & Susanto, T. (2023). Kolaborasi perawat dan kader dalam peningkatan pelayanan kesehatan lansia di puskesmas. Jurnal Keperawatan Komunitas, 11(1), 12–20.
Pratiwi, N. L., Lestari, Y., & Wahyuni, S. (2022). Edukasi kesehatan berbasis komunitas terhadap kemandirian perawatan diri lansia. Jurnal Keperawatan Indonesia, 25(1), 45–53.
Putri, R. M., & Saputri, E. A. (2021). Peran apoteker dalam meningkatkan pemahaman penggunaan obat pada lansia di pelayanan kesehatan primer. Jurnal Ilmiah Farmasi, 17(2), 101–108.
Rachmawati, U., & Hidayah, N. (2020). Hubungan literasi kesehatan dengan kepatuhan penggunaan obat pada lansia penderita penyakit kronis. Jurnal Farmasi Klinik Indonesia, 9(3), 187–195.
Rahmawati, I., & Wulandari, D. (2019). Faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan minum obat pada lansia dengan penyakit kronis. Jurnal Keperawatan Indonesia, 22(3), 157–165.
Sari, Y. K., & Lestari, R. (2020). Peran kader kesehatan dalam meningkatkan kualitas pelayanan posyandu lansia. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 16(2), 123–131.
Setiawan, A., & Nugroho, S. (2018). Edukasi penggunaan obat rasional pada lansia di pelayanan kesehatan primer. Jurnal Farmasi Sains dan Komunitas, 15(1), 45–52.
Susanti, E., & Mulyadi. (2019). Pengaruh pendidikan kesehatan terhadap perilaku perawatan diri lansia. Jurnal Keperawatan, 11(1), 34–41.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Amos Lellu, Delta, Tonsisius Jehaman

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












