Membangun Kesehatan Mental Komunitas Pesantren Melalui Pendampingan Psikologi Islam Moderat
DOI:
https://doi.org/10.31004/1mbh5402Keywords:
Kesehatan Mental, Santri, Psikologi Islam Moderat, Pesantren, PARAbstract
Kesehatan mental santri merupakan aspek penting dalam pengembangan karakter dan kualitas kehidupan di lingkungan pesantren. Namun, dinamika kehidupan berasrama, tekanan akademik, serta pola relasi hierarkis sering memunculkan masalah psikososial yang mengganggu keharmonisan komunitas. Pengabdian ini bertujuan memperkuat kesehatan mental komunitas pesantren melalui pendampingan berbasis Psikologi Islam Moderat yang mengintegrasikan nilai tawazun, tasamuh, dan islah dengan pendekatan psikologis. Metode yang digunakan ialah Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan santri, musyrif, dan pengasuh dalam proses identifikasi masalah, perancangan solusi, aksi kolaboratif, serta refleksi bersama. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman santri tentang isu kesehatan mental, menurunnya stigma terhadap ekspresi emosional, dan terbentuknya pola interaksi yang lebih harmonis. Penguatan kapasitas musyrif terhadap keterampilan komunikasi empatik turut berkontribusi pada terciptanya lingkungan pesantren yang lebih suportif dan terbuka. Program ini membuktikan bahwa pendekatan Psikologi Islam Moderat efektif menjadi model pendampingan kesehatan mental yang kontekstual, diterima, dan berkelanjutan di lingkungan pesantren.
Downloads
References
Abu-Raiya, H., & Pargament, K. I. (2011). Empirically based psychology of Islam: Summary and critique of the literature. Mental Health, Religion & Culture, 14(2), 93–115.
Cholil, C., Hamidah, N., & Fitriyah, N. K. (2021). Efektivitas konseling krisis untuk meningkatkan psychological well being dan resiliensi pada santri penyintas COVID-19. Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam, 11(2), 290–300.
Furnham, A., & Swami, V. (2018). Mental health literacy: A review of what it is and why it matters. International Perspectives in Psychology, 7(4), 240–257.
HR, M. A., & Mahmud, B. (2025). BULLYING SEBAGAI ANCAMAN KARAKTER: MEMBANGUN MORAL SANTRI DENGAN NILAI-NILAI KEISLAMAN DI PONDOK PESANTREN AR-RISALAH BATETANGNGA POLEWALI MANDAR. BUDIMAS: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT, 7(2).
Huda, U., Suhardi, I., & Asyik, N. (2022). Pluralism Camp: Menguatkan Sikap Keberagaman Inklusif pada Santri di Pondok Pesantren Darul Falah Kedungwuluh Purwokerto. Solidaritas: Jurnal Pengabdian, 2(2), 151–168.
Karti, A., Hamengkubuwono, H., & Fakhruddin, F. (2025). Internalisasi Nilai-Nilai Toleransi Beragama dan Implikasinya Terdahap Etika Sosial Santri di Pondok Pesantren Annajiyah Lubuklinggau.
Koenig, H. G., King, D., & Carson, V. B. (2012). Handbook of religion and health. Oup Usa.
LABIB, M., BAHRI, S., PRAYITNO, I., FAUZIAH, M., & AHMAD, G. (2025). HEALTH LITERACY MANAGEMENT IN ISLAMIC BOARDING SCHOOLS: A CASE STUDY OF MADINATUNNAJAH. TPM–Testing, Psychometrics, Methodology in Applied Psychology, 32(2-June), 660–671.
Lukens-Bull, R. (2013). Islamic higher education in Indonesia: Continuity and conflict. Springer. https://books.google.com/books?hl=id&lr=&id=2yiwAgAAQBAJ&oi=fnd&pg=PP1&dq=Islamic+higher+education+in+Indonesia:+Continuity+and+conflict&ots=5tRrRJJ2-C&sig=bleFDpt8kBGXjGMpLDErM4lPcqs
Miller, W. R., & Rollnick, S. (2012). Motivational interviewing: Helping people change. Guilford press. https://books.google.com/books?hl=id&lr=&id=o1-ZpM7QqVQC&oi=fnd&pg=PP1&dq=Motivational+interviewing:+Helping+people+change+&ots=c2Gh7SmiH_&sig=LtIPelRmHQEYv1s2pmk9Zrwb5bg
Mustaghfiroh, A., Manshur, U., & Mubaroq, M. S. (2025). Islamic Religious Pedagogy and Affective Literacy: Constructing Socio-Emotional Education Frameworks. Indonesian Journal of Education and Social Studies, 4(2), 153–167.
Mustaqim, A. L. H., Komalia, I., Sah, M. R., & Yani, A. (2025). KEPEMIMPINAN KIAI DALAM MENGINTERNALISASI KARAKTER MODERAT: TINJAUAN FENOMENOLOGI KETOKOHAN KIAI SUBAGION. Berajah Journal, 4(10), 1741–1748.
Nurfitria, S. (2025). Kesehatan Mental Santri dalam Lingkungan Pendidikan Berasrama: Tinjauan Literatur. Journal of Linguistics and Social Studies, 2(2), 169–177.
Pennebaker, J. W. (2012). Opening: The healing power of expressing emotions. Guilford Press.
Salam, M., & Mudarris, B. (2025). STRATEGI INTERNALISASI NILAI-NILAI MODERASI BERAGAMA SEBAGAI UPAYA PREVENTIF TERHADAP PEMAHAMAN RADIKALISME SISWA DI MADRASAH BERBASIS PESANTREN. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(04), 400–414.
Salzer, M. S., & Shear, S. L. (2002). Identifying consumer-provider benefits in evaluations of consumer-delivered services. Psychiatric rehabilitation journal, 25(3), 281.
Syaffa, A. H. S. (2025). Pengaruh dukungan sosial oleh mahasantri terhadap tingkat academic burnout santri: Penelitian pada santri tingkat madrasah tsanawiyyah di Pondok Pesantren Miftahul Falah, Jl. Gedebage Selatan no. 115, Kelurahan Derwati, Kecamatan Rancasari, Kota Bandung.
Syahrin, A. A., Noviani, F., & Mustika, B. (2024). Peran Pesantren dalam Penanaman Moderasi Beragama: Tinjauan Pustaka Sistematis. Jurnal Al-Azhar Indonesia Seri Humaniora, 9(3), 193–206.
Umayah, S. (2020). Peran ustadz dalam pendidikan multikultural pada pengembangan sikap toleransi santri di Pondok Pesantren Riyadlatul Ulum Bumiharjo Lampung Timur.
Walton, G. M., & Wilson, T. D. (2018). Wise interventions: Psychological remedies for social and personal problems. Psychological review, 125(5), 617.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Rosleny Marliani, Anwar Supenawinata, Feri Indra Irawan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












