Teater Dulmuluk Menuju Transformasi Digital di Sanggar Harapan Jaya Palembang

Authors

  • Hasan Hasan Program Studi Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas PGRI Palembang Author
  • Muhsin Ilhaq Program Studi Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas PGRI Palembang Translator
  • Dimas Umboro Sumbar Program Studi Ilmu Media, Fakultas Teknik, Universitas Bina Darma Translator
  • Dimas Satria Program Studi Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas PGRI Palembang Translator
  • Nabila Nabila Program Studi Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas PGRI Palembang Translator

DOI:

https://doi.org/10.31004/96cp4f94

Keywords:

Dulmuluk, Transformasi Digital, Sanggar Harapan Jaya, Media Sosial, Pelestarian Budaya

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mendukung pelestarian teater tradisional Dulmuluk melalui transformasi digital di Sanggar Harapan Jaya Palembang. Di era digital saat ini, kesenian tradisional menghadapi tantangan serius berupa menurunnya minat generasi muda dan keterbatasan media promosi. Melalui program ini, dilakukan pendampingan strategis untuk mengadaptasi pertunjukan Dulmuluk ke dalam format konten pendek berbasis media sosial, khususnya TikTok. Metode pelaksanaan mencakup lima tahapan utama, yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan keberlanjutan program. Pelatihan meliputi pemecahan naskah Dulmuluk “Bangsawan Raja Bramansyah” menjadi sepuluh chapter versi digital, produksi video dengan perangkat hibah, penyuntingan konten menggunakan aplikasi CapCut, serta pengelolaan media sosial dengan strategi unggahan dan branding digital. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan teknis anggota sanggar dalam produksi dan pengelolaan konten digital, serta munculnya kesadaran baru terhadap pentingnya transformasi budaya di ruang digital. Peserta mampu menghasilkan video Dulmuluk versi pendek yang mempertahankan nilai-nilai budaya Palembang sekaligus menarik bagi audiens muda. Program ini juga melahirkan Tim Digital Internal sebagai bentuk keberlanjutan kegiatan dan model pemberdayaan budaya lokal berbasis teknologi. Kegiatan PKM ini membuktikan bahwa digitalisasi bukan ancaman bagi tradisi, melainkan sarana untuk menghidupkan kembali warisan budaya dengan cara yang kreatif, partisipatif, dan relevan dengan zaman.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adlina, K. (2023). Tutorial Editing Video Pendek Untuk Drama Dan Konten Kreatif Di Tiktok Dan Youtube. https://youtu.be/r4QGpDD291I

Dhony, N. N. A. (2018). Dramatik Plot Teater Dulmuluk Naskah Lakon Zahara Siti. Besaung. Jurnal Seni Desain Dan Budaya, 3(2), 45–60.

Hasan. (2019). Eksistensi Sanggar Harapan Jaya Dalam Melestarikan Teater Tradisional Abdulmuluk. Creativity and Research Theatre Journal, 1(1), 12–25.

Heny Purnomo et al. (2023). Pemberdayaan Komunitas Teater Tradisi Melalui Karya Virtual. Jurnal Gayatri.

Panayitsa, A. L. (2025). Dampak Aplikasi TikTok Terhadap Kebudayaan Indonesia. Journal.Asdkvi.or.Id.

Ramadhani. (2022). Integrasi Kesenian Tradisional Dengan Media Sosial Tiktok. Jurnal Budaya Digital, 4(3), 112–125.

Satrio Sudirman. (2022). Kegiatan Promosi Teater Gembok Melalui Media Sosial Instagram. Jurnal Inovasi.

Sunandar, M. N., & Bustomi, Y. (2022). Dulmuluk: Teater Kesenian Tradisional Sumatera Selatan. Tamaddun. Jurnal Kebudayaan Dan Sastra Islam, 23(1), 35–51.

Waluyo, dkk. (2021). Dinamika Seni Tradisional Pada Era Digital Dynamics Of Traditional Art In The Digital Age. Majalah Semi Ilmiah Populer Komunikasi Massa, 2(2), 161–172.

Wulandari, V. D. P. (2021). Strategi Adaptasi Kelompok Seni Teater Dulmuluk Sanggar Harapan Jaya Palembang Dalam Menghadapi Perubahan Sosial Budaya. Jurnal Seni Rakyat, 7(1), 50-62.

Downloads

Published

2025-11-29

Issue

Section

Articles