Pengaruh Peran Dukungan Keluarga dan Budaya pada Pasien Hipertensi Menurut Teori Leininger: Literature Riview
DOI:
https://doi.org/10.31004/47vgx346Keywords:
Hipertensi, Transkultural, Dukungan KeluargaAbstract
Hipertensi merupakan penyakit kronis dengan prevalensi tinggi di dunia dan sering kali tanpa gejala yang jelas. Kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi serius seperti stroke dan serangan jantung. Menurut WHO, hipertensi termasuk penyebab utama kematian akibat penyakit tidak menular. Dukungan keluarga memiliki peran penting dalam meningkatkan kepatuhan pasien terhadap pengoleloaan hipertensi, termasuk penerapan diet rendam garam. Tinjauan Literature ini untuk meneliti bagaimana dukungan keluarga dapat mengendalikan kondisi mereka. Pencarian literarure dilakukan melalui Library of Medicine, PubMed, Google Scholar, Scielo, dan Journal of Cardiovascular Nursing. Tinjauan mencakup sepuluh artikel yang diterbitkan antara tahun 2015 hingga 2025 dengan analisis data menggunakan metode sederhana yang sesuai dengan topik. Tinjauan menunjukan bahwa dukungan keluarga berpengaruh positif terhadap kepatuhan pasien hipertensi, terutama dalam hal diet rendah garam, perawatan rutin, dan pengeloaan stress. Dukungan paling efektif melibatkan keterlibatan aktif, motivasi, serta mendorong emosional keluarga. Faktor budaya turut memengaruhi penerimaan pasien terhadap perawatan medis dan efektivitas dukungan keluarga. Keberhasilan pengendalian hipertensi sangat dipengaruhi oleh dukungan keluarga dan faktor budaya. Kolaborasi lintas budaya antara pasien, keluarga, dan tenaga kesehatan dapat menciptakan pendekatan yang efektif dan berkelanjutan dalam manajemen hipertensi.
Downloads
References
Asih, S. W., Afifah, Rohman, M. A., Kristiningrum, R., Fitriani, M. O., & Hamdi, M. A. N. (2023). Family Readiness in Preventing Hypertension in The Elderly Based on Transcultural Nursing in Suci Panti Jember Village. Assyfa Jurnal Imu Kesehatan, 1(2), 101–110.
Domínguez, W. J. G., & Molina, L. M. H. (2022). Physical Activity in Pregnant Adolescents With Hypertension: a Cross-Cultural Perspective. Texto e Contexto Enfermagem, 31, 1–13. https://doi.org/10.1590/1980-265x-tce-2022-0256en
Fitriyani, N., Vioneery, D., & Listrikawati, M. (2024). Upaya Pencegahan Krisis Hipertensi Melalui Green Color Breathing Therapy Bagi Masyarakat Rw 2 Kadipiro, Banjarsari, Surakarta. Jurnal Peduli Masyarakat, 6, 2. http://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JPM
Ghimire, K., Mishra, S. R., Satheesh, G., Neupane, D., Sharma, A., Panda, R., Kallestrup, P., & Mclachlan, C. S. (2021). Salt intake and salt-reduction strategies in South Asia: From evidence to action. Journal of Clinical Hypertension, 23(10), 1815–1829. https://doi.org/10.1111/jch.14365
Gunawan. (2009). Hipertensi dan Penalaksanaanya. EGC.
Kesehatan, K. kesehatan badan penelitian dan pengembangan. (2018). Hasil Utama Riskesdas.
Kuntjoro. (2012). Dukungan Sosial pada Keluarga. Salemba Medika.
Leininger, M. (2002). Culture care theory: A major contribution to advance transcultural nursing knowledge and practices. Journal of Transcultural Nursing, 13(3), 189–192. https://doi.org/10.1177/10459602013003005
Mahadewi, I. G. A. M. (2017). Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Pola Hidup Sehat Hipertensi Pada Keluarga the Relation of the Family Support with the Healthy Lifestyle of Hypertension in Family. Balimedikajurnal, 1–17. https://doi.org/10.36376/bmj.v4i2.1
Miezah, D., & Hayman, L. L. (2024). Culturally Tailored Lifestyle Modification Strategies for Hypertension Management: A Narrative Review. American Journal of Lifestyle Medicine, 0(0), 1–9. https://doi.org/10.1177/15598276241297675
Phonphet, C., Suwanno, J., Thiamwong, L., Mayurapak, C., & Ninla-Aesong, P. (2023). Translation and Cross-cultural Adaptation of the Self-care of Hypertension Inventory for Thais with Hypertension. Journal of Cardiovascular Nursing, 38(2), 179–191. https://doi.org/10.1097/JCN.0000000000000895
Pinilih Sriadi Sambodo, Helena Catharina Daulima, N., & Hargiana, G. (2025). Penerapan Terapi Suportif Dan Psikoedukasi KeluargaTerhadap Ansietas Klien Hipertensi Menggunakan PendekatanKeperawatan Transkultural. Borobudur Nursing Review, 05(01), 44–50. https://doi.org/10.31603/bnur.13547
Riskesdas. (2013). Laporan Nasional.
Susanti, Y. (2020). Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Self Care Pada Pasien Hipertensi: Literature Review. Universitas Aisyiyiyah Yogyakarta, 1–13.
Syah, A. Y., & Anies, N. F. (2023). Peran Dukungan Keluarga sebagai Upaya Pengontrolan Hipertensi Pada Lansia. NERS Jurnal Keperawatan, 19(2), 61. https://doi.org/10.25077/njk.19.2.61-67.2023
Villaquirán, C., Moreno, S., Dueñas, R., Acuña, P., Lutz, J. R., Wilburn, J., & Heaney, A. (2019). Cross-cultural adaptation of the cambridge pulmonary hypertension outcome review for use in patients with pulmonary hypertension in Colombia. Jornal Brasileiro de Pneumologia, 45(6), 1–7. https://doi.org/10.1590/1806-3713/e20180332
Vitaheatlh. (2010). Hipertensi. PT. Gramedia Pustaka Utama.
World Health Organization. (2021). Hypertension. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hypertension%0A
Zhang, Q., Huang, F., Zhang, L., Li, S., & Zhang, J. (2021). The effect of high blood pressure-health literacy, self-management behavior, self-efficacy and social support on the health-related quality of life of Kazakh hypertension patients in a low-income rural area of China: a structural equation model. BMC Public Health, 21(1), 1–10. https://doi.org/10.1186/s12889-021-11129-5
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Theophylia Melisa Manumara, Adinda Rahayu Putri, Amelia Azzahra, Fauzi Ramdani, Irma Dwi Putri, Nadia Permata, Nandisa Latifa Zahra, Nurin Amalina Gunawan, Viokta Syahputri Wijaya

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












