Pendekatan Caring Leininger terhadap Kebiasaan Budaya Makan pada Remaja Putri dengan Anemia
DOI:
https://doi.org/10.31004/pz8dh343Keywords:
Anemia, Caring Leininger, Remaja PutriAbstract
Anemia merupakan suatu kondisi di mana jumlah sel darah merah atau konsentrasi hemoglobin di dalamnya lebih rendah dari normal. Akibatnya, kemampuan darah untuk mengangkut oksigen ke seluruh jaringan tubuh menjadi berkurang. Prevalensi anemia di dunia masih tergolong tinggi, dengan sekitar 30,7% remaja putri dilaporkan mengalami anemia berdasarkan data dari WHO. Masalah ini terutama terjadi di negara-negara berkembang akibat kekurangan asupan zat besi, infeksi yang berkepanjangan, dan pola makan yang tidak seimbang. Artikel ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan antara kebiasaan makan dan prevalensi anemia di kalangan remaja putri dengan menggunakan pendekatan Caring Leininger dalam kerangka teori Caring Trancultural. Pendekatan ini dipilih untuk membantu dalam memahami serta meningkatkan pola makan di kalangan remaja putri yang mengalami anemia, dengan mempertimbangkan nilai-nilai dan budaya mereka. Metodologi yang digunakan dalam artikel ini mencakup analisis terhadap artikel yang dipublikasikan antara tahun 2015 hingga 2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan teori Caring Leininger efektif dalam membantu tenaga kesehatan memahami perbedaan budaya, membangun hubungan empati, serta merancang intervensi nutrisi yang sesuai dengan latar belakang budaya untuk menurunkan prevalensi anemia pada remaja putri.
Downloads
References
Awuah, R. B., Colecraft, E. K., Wilson, M. L., Adjorlolo, L. K., Lambrecht, N. J., Nyantakyi-Frimpong, H., & Jones, A. D. (2021). Perceptions and beliefs about anaemia: A qualitative study in three agroecological regions of Ghana. Maternal and Child Nutrition, 17(4), 1–12. https://doi.org/10.1111/mcn.13181
Fitrianingsih, D., Winahyu, K. M., Wibisana, E., & Ahmad, S. N. A. (2022). Editorial Team Jurnal JKFT. Jkft, 7(2), 108–112.
Hasyim, D. I. (2018). Aktivitas Fisik Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri. Keperawatan Dan Kebidanan Aisyiyah, 14(1), 6–14.
Lee, J., Pelto, G. H., Habicht, J. P., Bhuiyan, M. M. I., & Jalal, C. S. (2019). Identifying nutrition and health-relevant behaviors, beliefs, and values of school-going adolescent girls in rural Bangladesh: Context for interventions. Current Developments in Nutrition, 3(5), 1–10. https://doi.org/10.1093/cdn/nzz013
Muthmainnah, Sitti Patimah, & Septiyanti. (2021). Hubungan KEK dan Wasting dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri di Kabupaten Majene. Window of Public Health Journal, 2(1), 110–119. https://doi.org/10.33096/woph.v2i1.128
Nabila, S. Y., & Widiyaningsih, E. N. (2025). Hubungan Kebiasaan Sarapan Dengan Status Anemia Pada Remaja Putri Sman 1 Kartasura. Prepotif : Jurnal Kesehatan Masyarakat, 9(2), 4859–4864. https://doi.org/10.31004/prepotif.v9i2.48587
SINCLAIR-SMITH, D. (1959). Public health problems. South African Medical Journal = Suid-Afrikaanse Tydskrif Vir Geneeskunde, 33(15), 307–308. https://doi.org/10.5694/j.1326-5377.1950.tb80301.x
Tobiloba, A. S. (2025). The Role Of Cultural Beliefs And Practices In Adolescent Food. June.
Wiafe, M. A., Apprey, C., & Annan, R. A. (2021). Knowledge and practices of dietary iron and anemia among early adolescents in a rural district in Ghana. Food Science and Nutrition, 9(6), 2915–2924. https://doi.org/10.1002/fsn3.2249
Yusufu, I., Cliffer, I. R., Yussuf, M. H., Anthony, C., Mapendo, F., Abdulla, S., Masanja, M., Tinkasimile, A., Ali, A. S., Mwanyika-Sando, M., & Fawzi, W. (2023). Factors associated with anemia among school-going adolescents aged 10–17 years in Zanzibar, Tanzania: a cross sectional study. BMC Public Health, 23(1), 1–17. https://doi.org/10.1186/s12889-023-16611-w
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Theophylia Melisa Manumara, Arya Aditya Agustian, Ayu Andini, Dina Nur Nabilah, Ellyza Maydi, Kaella Kartika Ayu, Nadya Rahmadini, Rikke Kahirunnisa

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












