Pendekatan Caring Leininger terhadap Kebiasaan Budaya Makan pada Remaja Putri dengan Anemia

Authors

  • Theophylia Melisa Manumara Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan, Institut Kesehatan Rajawali Author
  • Arya Aditya Agustian Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan, Institut Kesehatan Rajawali Author
  • Ayu Andini Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan, Institut Kesehatan Rajawali Author
  • Dina Nur Nabilah Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan, Institut Kesehatan Rajawali Author
  • Ellyza Maydi Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan, Institut Kesehatan Rajawali Author
  • Kaella Kartika Ayu Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan, Institut Kesehatan Rajawali Author
  • Nadya Rahmadini Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan, Institut Kesehatan Rajawali Author
  • Rikke Kahirunnisa Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan, Institut Kesehatan Rajawali Author

DOI:

https://doi.org/10.31004/pz8dh343

Keywords:

Anemia, Caring Leininger, Remaja Putri

Abstract

Anemia merupakan suatu kondisi di mana jumlah sel darah merah atau konsentrasi hemoglobin di dalamnya lebih rendah dari normal. Akibatnya, kemampuan darah untuk mengangkut oksigen ke seluruh jaringan tubuh menjadi berkurang. Prevalensi anemia di dunia masih tergolong tinggi, dengan sekitar 30,7% remaja putri dilaporkan mengalami anemia berdasarkan data dari WHO. Masalah ini terutama terjadi di negara-negara berkembang akibat kekurangan asupan zat besi, infeksi yang berkepanjangan, dan pola makan yang tidak seimbang. Artikel ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan antara kebiasaan makan dan prevalensi anemia di kalangan remaja putri dengan menggunakan pendekatan Caring Leininger dalam kerangka teori Caring Trancultural. Pendekatan ini dipilih untuk membantu dalam memahami serta meningkatkan pola makan di kalangan remaja putri yang mengalami anemia, dengan mempertimbangkan nilai-nilai dan budaya mereka. Metodologi yang digunakan dalam artikel ini mencakup analisis terhadap artikel yang dipublikasikan antara tahun 2015 hingga 2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan teori Caring Leininger efektif dalam membantu tenaga kesehatan memahami perbedaan budaya, membangun hubungan empati, serta merancang intervensi nutrisi yang sesuai dengan latar belakang budaya untuk menurunkan prevalensi anemia pada remaja putri.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

  • Arya Aditya Agustian, Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan, Institut Kesehatan Rajawali

    Department of Nursing 

  • Ayu Andini, Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan, Institut Kesehatan Rajawali

    Departement of Nursing 

  • Dina Nur Nabilah , Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan, Institut Kesehatan Rajawali

    Departement of Nursing 

  • Ellyza Maydi , Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan, Institut Kesehatan Rajawali

    Departement of Nursing 

  • Kaella Kartika Ayu, Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan, Institut Kesehatan Rajawali

    Departement of Nursing 

  • Nadya Rahmadini, Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan, Institut Kesehatan Rajawali

    Departement of Nursing 

References

Awuah, R. B., Colecraft, E. K., Wilson, M. L., Adjorlolo, L. K., Lambrecht, N. J., Nyantakyi-Frimpong, H., & Jones, A. D. (2021). Perceptions and beliefs about anaemia: A qualitative study in three agroecological regions of Ghana. Maternal and Child Nutrition, 17(4), 1–12. https://doi.org/10.1111/mcn.13181

Fitrianingsih, D., Winahyu, K. M., Wibisana, E., & Ahmad, S. N. A. (2022). Editorial Team Jurnal JKFT. Jkft, 7(2), 108–112.

Hasyim, D. I. (2018). Aktivitas Fisik Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri. Keperawatan Dan Kebidanan Aisyiyah, 14(1), 6–14.

Lee, J., Pelto, G. H., Habicht, J. P., Bhuiyan, M. M. I., & Jalal, C. S. (2019). Identifying nutrition and health-relevant behaviors, beliefs, and values of school-going adolescent girls in rural Bangladesh: Context for interventions. Current Developments in Nutrition, 3(5), 1–10. https://doi.org/10.1093/cdn/nzz013

Muthmainnah, Sitti Patimah, & Septiyanti. (2021). Hubungan KEK dan Wasting dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri di Kabupaten Majene. Window of Public Health Journal, 2(1), 110–119. https://doi.org/10.33096/woph.v2i1.128

Nabila, S. Y., & Widiyaningsih, E. N. (2025). Hubungan Kebiasaan Sarapan Dengan Status Anemia Pada Remaja Putri Sman 1 Kartasura. Prepotif : Jurnal Kesehatan Masyarakat, 9(2), 4859–4864. https://doi.org/10.31004/prepotif.v9i2.48587

SINCLAIR-SMITH, D. (1959). Public health problems. South African Medical Journal = Suid-Afrikaanse Tydskrif Vir Geneeskunde, 33(15), 307–308. https://doi.org/10.5694/j.1326-5377.1950.tb80301.x

Tobiloba, A. S. (2025). The Role Of Cultural Beliefs And Practices In Adolescent Food. June.

Wiafe, M. A., Apprey, C., & Annan, R. A. (2021). Knowledge and practices of dietary iron and anemia among early adolescents in a rural district in Ghana. Food Science and Nutrition, 9(6), 2915–2924. https://doi.org/10.1002/fsn3.2249

Yusufu, I., Cliffer, I. R., Yussuf, M. H., Anthony, C., Mapendo, F., Abdulla, S., Masanja, M., Tinkasimile, A., Ali, A. S., Mwanyika-Sando, M., & Fawzi, W. (2023). Factors associated with anemia among school-going adolescents aged 10–17 years in Zanzibar, Tanzania: a cross sectional study. BMC Public Health, 23(1), 1–17. https://doi.org/10.1186/s12889-023-16611-w

Downloads

Published

2025-12-16

Issue

Section

Articles