Penilaian Perkembangan Anak Usia Pra Sekolah Menggunakan Kuisioner Pra Skrining Perkembangan ( KPSP ) Sebagai Upaya Deteksi Dini Gangguan Perkembangan Di Tk ‘Aisyiyah 6 Kota Padang.
DOI:
https://doi.org/10.31004/53feq773Keywords:
KPSP, Perkembangan, anak usia prasekolah, , Gangguan perkembanganAbstract
Masa depan bangsa bergantung pada keberhasilan anak dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangan optimal. Periode awal kehidupan merupakan masa emas sekaligus rentan terhadap gangguan perkembangan, sehingga diperlukan pengasuhan, gizi, stimulasi, dan lingkungan yang baik. Deteksi dini menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) penting untuk menilai perkembangan anak usia prasekolah meliputi aspek motorik kasar, halus, bicara, bahasa, serta sosial-kemandirian. Penilaian perkembangan dengan KPSP sangat penting dilakukan secara berkala, terutama pada anak usia prasekolah (3–6 tahun), Tanpa deteksi yang tepat, anak dengan keterlambatan perkembangan berisiko mengalami kesulitan belajar, gangguan perilaku, bahkan kecacatan yang bersifat permanen. Kegiatan pengabdian ini bertujuan melakukan pemantauan pertumbuhan (tinggi dan berat badan), skrining perkembangan dengan KPSP, serta edukasi kepada orang tua dan pendidik. Hasil menunjukkan 69,3% anak memiliki perkembangan sesuai usia, 26% meragukan, dan 4,7% terdapat kemungkinan penyimpangan. Anak dengan hasil meragukan diberikan stimulasi tambahan terutama pada aspek motorik halus dan sosial-kemandirian. Harapannya, kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut agar deteksi dini tumbuh kembang anak dapat dilakukan secara berkesinambungan.
Downloads
References
A. Sulistyawati, Deteksi Tumbuh Kembang Anak. Jakarta: Salemba Medika, 2014.
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. (2022). Pedoman Pengasuhan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Jakarta
B.Shams, P. Golshiri, and A. Najimi, “The evaluation of Mothers’ participation project in children’s growth and development process: Using the CIPP evaluation model.,” J. Educ. Health Promot., vol. 2, p. 21, 2013, doi: 10.4103/2277-9531.112692.
C. Powell, H. Baker-Henningham, S. Walker, J. Gernay, and S. Grantham-McGregor, “Feasibility of integrating early stimulation into primary care for undernourished Jamaican children: cluster randomised controlled trial,” BMJ, vol. 329, no. 7457, p. 89, 2004, doi: 10.1136/bmj.38132.503472.7c.
Depkes RI. 2016. Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak. Jakarta.
Departemen Kesehatan RI. (2006). Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Jakarta: Direktorat Bina Kesehatan Anak.
Elfira, D., Ramadhanti, P., Ningsih, S. A., & Khadijah, K. (2022). Deteksi Tumbuh Kembang Anak Menggunakan KPSP.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2014). Pedoman Pelaksanaan Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak di Tingkat Pelayanan Dasar. Jakarta: Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Pedoman Pelaksanaan Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Dasar. Jakarta:
Prado,E. L., & Dewey, K. G. (2023)"Nutrition and Brain Development" membahas tentang pengaruh nutrisi terhadap perkembangan otak pada anak-anak.
Papalia, D. E., Olds, S. W., & Feldman, R. D. (2009). Human Development (11th ed.). New York: McGraw Hill.
Soetjiningsih. (2013). Tumbuh Kembang Anak. Jakarta: EGC.
Sari, N. P., & Lestari, W. (2018). Penggunaan KPSP dalam mendeteksi keterlambatan perkembangan anak usia dini. Jurnal Ilmiah Kesehatan Anak, 6(2), 123–129.
World Health Organization. (2012). Caring for Child Development: Training Course. Geneva: WHO.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Nurhaida, Melda Saputri, Nova Rita, Jeki Refialdinata, Najwa, Nadia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.












