Pengendalian Vektor DBD Berbasis Komunitas melalui Pelatihan Pembuatan Ovitrap di Desa Piyaman

Authors

  • Eustachia Diajeng Wandansari Program Studi Farmasi, Universitas Sanata Dharma Author
  • Stephanus Satria Wira Waskitha Program Studi Farmasi, Universitas Sanata Dharma Author
  • Safri Sekti Wibowo Program Studi Magister Farmasi, Universitas Sanata Dharma Author
  • Marry Grace Florensia Hede Program Studi Farmasi, Universitas Sanata Dharma Author
  • Cindy Stevani Tulung Program Studi Farmasi, Universitas Sanata Dharma Author
  • Eleonora Galuh Windu Kinanthi Program Studi Farmasi, Universitas Sanata Dharma Author
  • Meisyah Marito Sihombing Program Studi Farmasi, Universitas Sanata Dharma Author
  • Sri Hartati Yuliani Program Studi Magister Farmasi, Universitas Sanata Dharma Author

DOI:

https://doi.org/10.31004/ds43bj92

Keywords:

Demam Berdarah Dengue, Ovitrap, Pemberdayaan Masyarakat, Pengendalian Vektor, Aedes aegypti

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan utama masyarakat di Kabupaten Gunung Kidul. Desa Piyaman diidentifikasi sebagai wilayah endemis yang menuntut strategi penanggulangan vektor berkelanjutan. Kurangnya pemahaman masyarakat terkait teknologi pengendalian vektor yang efektif, seperti metode surveilans populasi nyamuk, menjadi penghalang utama upaya pencegahan. Program pengabdian masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan kompetensi kader kesehatan serta warga dalam pembuatan dan implementasi ovitrap, sebagai instrumen pengendalian vektor Aedes aegypti berbasis komunitas. Kegiatan dilaksanakan di Balai Padukuhan Desa Piyaman pada 27 Mei 2025 dengan melibatkan 18 peserta, melalui pendekatan partisipatif. Metode pelaksanaan meliputi tiga tahapan utama: penyuluhan, demonstrasi teknis, dan praktik langsung. Evaluasi menggunakan pre-test untuk mengukur pemahaman awal dan umpan balik kualitatif untuk menilai perubahan pemahaman peserta. Hasil pre-test menunjukkan adanya kesenjangan pengetahuan mengenai ovitrap (2,28 ± 1,31 dari 7; 32,57%), meskipun pengetahuan peserta mengenai aspek umum (3,11 ± 0,65 dari 4; 77,75%) dan pencegahan DBD (3,03 ± 0,73 dari 4; 75,75%) sudah relatif baik. Umpan balik kualitatif mengindikasikan keberhasilan peningkatan penguasaan teknis, munculnya komitmen implementasi mandiri, serta intensi diseminasi pengetahuan. Seluruh peserta berhasil membuat ovitrap menggunakan bahan lokal dan berkomitmen menerapkannya di lingkungan masing-masing. Program ini mendemonstrasikan efektivitas pemberdayaan komunitas dalam mengatasi kesenjangan pengetahuan, menjadikannya model intervensi berkelanjutan untuk penanggulangan vektor DBD di wilayah endemis.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Cahyani, A. R., Kurniawan, A., Sulistyorini, A., & Marji. (2024). Efektivitas ovitrap standar dan perilaku pemberantasan sarang nyamuk terhadap peningkatan angka bebas jentik di Bandungrejosari Kota Malang. Sport Science and Health, 6(6), 599–610.

Hadi, M. C., & Posmaningsih, D. A. A. (2022). Penggunaan ovitrap untuk meningkatkan angka bebas jentik di Kecamatan Denpasar Selatan. Jurnal Skala Husada: The Journal of Health, 18(1), 21-28.

Hasyimi, M., et al. (2006). Dampak fogging insektisida malathion, fendona, cynoff dan icon terhadap angka jentik nyamuk Aedes aegypti. Balitbangkes Kemenkes RI.

Hidayah, N. N., Prabamurti, P. N., & Handayani, N. (2021). Determinan penyebab perilaku pengelolaan sampah rumah tangga dalam pencegahan DBD oleh ibu rumah tangga di Kelurahan Sendangmulyo. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 8(2), 102-107.

Kementerian Kesehatan RI. (2019, Januari). Satu rumah satu jumantik efektif cegah DBD. Diunduh dari https://kemkes.go.id/id/satu-rumah-satu-jumantik-efektif-cegah-dbd tanggal 3 September 2025.

Kementerian Kesehatan RI. (2024, Juni). Waspada DBD di musim kemarau. Diunduh dari https://kemkes.go.id/id/waspada-dbd-di-musim-kemarau tanggal 3 September 2025.

Lesmana, S. D., Ramdhani, W. Y., & Rahmat, F. (2021). Resistensi Aedes aegypti terhadap insektisida: Studi pada insektisida rumah tangga. Jurnal Ilmu Kedokteran, 10(3), 65-70.

Prabowo, A. Y., & Lestari, N. D. (2019). Pelatihan kader dalam teknik pengendalian vektor demam berdarah dengue di Kota Semarang. Community Development Journal, 3(3), 512-518.

Rahsa, L. K., & Puji, R. (2022). Edukasi 3M plus dan inovasi perangkap nyamuk strategi pencegahan DBD berbasis masyarakat. Jurnal Abdi Masyarakat (JAM), 3(2), 85-92.

Rati, G., Hasmiwati, H., & Rustam, E. (2016). Perbandingan efektivitas berbagai media ovitrap terhadap jumlah telur Aedes spp yang terperangkap di Kelurahan Jati Kota Padang. Jurnal Kesehatan Andalas, 5(2).

Rita, I. (2022). Pemberdayaan masyarakat dalam upaya pencegahan demam berdarah dengue (DBD) di Puskesmas Karangdoro. Jurnal Abdimas-Ku: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(1), 25-33.

Sari, E., & Bahrina, I. (2020). Hubungan pemberantasan sarang nyamuk (3M plus) dengan kejadian demam berdarah dengue di wilayah kerja Puskesmas Karang Baru. Jurnal Promotif Preventif, 8(1), 80-85.

Tokan, P. K., Paschalia, Y. P. M., & Artama, S. (2022). Pencegahan demam berdarah melalui program juru pemantau jentik (jumantik) di SD Inpres Watujara Kabupaten Ende. Journal of Nursing and Public Health, 10(1), 21-27.

Tomia, A. (2020). Gambaran tingkat kepadatan nyamuk Aedes aegypti berdasarkan indeks ovitrap di Kota Ternate. Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan, 16(2), 143-150.

Wole, B. D., Nenobais, D. I., Santosa, D. H., Lero, S. B., & Riti, K. Y. (2025). Peningkatan kesadaran masyarakat dalam pencegahan demam berdarah dengue (DBD) (penyuluhan dan kerja bakti). Jurnal Medika, 4(3), 703-710.

World Health Organization. (2021). Mengakhiri beban infeksi dengue: Indonesia meluncurkan strategi nasional pengendalian dengue 2021–2025. Diunduh dari https://www.who.int/indonesia/id/news/detail/15-11-2021-ending-the-burden-of-dengue-infection-indonesia-launched-the-2021-2025-national-strategic-plan-for-dengue-control-programme tanggal 3 September 2025.

Zuhriyah, D. L., Baskoro, T., & Kusnanto, H. (2016). Efektifitas modifikasi ovitrap model Kepanjen untuk menurunkan angka kepadatan larva Aedes aegypti di Malang. Jurnal Kedokteran Brawijaya, 29(2).

Downloads

Published

2025-11-20

Issue

Section

Articles