Latihan ROM Pasif Terhadap Rentang Gerak Sendi Siku dan Kekuatan Otot Bisep pada Pasien Stroke Iskemik di RSUD Kanjuruhan

Authors

  • Nisrina Labibah Program Studi Sarjana Terapan Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Author
  • Wiwin Martiningsih Program Studi Sarjana Terapan Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Author
  • Arief Bachtiar Program Studi Sarjana Terapan Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Malang Author
  • Arief Bachtiar Program Studi Sarjana Terapan Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Malang Author
  • Supono Supono Program Studi Sarjana Terapan Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Malang Author
  • Maria Diah Ciptaning Tyas Program Studi Sarjana Terapan Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Malang Author

DOI:

https://doi.org/10.31004/b9q1jw46

Keywords:

ROM Pasif , Rentang Gerak Sendi Siku , Kekuatan Otot Bisep , Stroke Iskemik

Abstract

Kelemahan fisik pada pasien stroke iskemik dapat menyebabkan penurunan pada rentang gerak sendi siku dan kekuatan otot bisep. Penanganannya dapat dilakukan dengan latihan ROM Pasif. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh latihan ROM Pasif terhadap rentang gerak sendi siku dan kekuatan otot bisep pada pasien stroke iskemik. Peneliti menggunakan metode quasi experimental. Responden pada penelitian dibagi 2 kelompok, dengan masing-masing kelompok berjumlah 17 orang. Pengambilan responden dilakukan dengan teknik Purposive Sampling, disesuaikan dengan kriteria inklusi. Variabel independent pada penelitian ini yaitu Latihan ROM Pasif dan dependent yaitu rentang gerak sendi siku dan kekuatan otot bisep. Penelitian ini menggunakan uji Paired T-test untuk mengetahui pengaruh ROM Pasif terhadap rentang gerak sendi siku dan uji Wilcoxon untuk mengetahui pengaruh ROM Pasif terhadap kekuatan otot bisep. Hasil penelitian menunjukkan mean pre-test rentang gerak sendi siku 31,76 dan nilai 4 kekuatan otot bisep sebanyak 1 orang (5,9%) dan mean post-test rentang gerak sendi siku 45,88 dan nilai 4 kekuatan otot bisep meningkat sebanyak 5 orang (29,4%). Serta menunjukkan ada pengaruh rentang gerak sendi siku sebelum dan sesudah ROM Pasif dengan nilai p=0,001 dan ada pengaruh kekuatan otot bisep sebelum dan sesudah ROM Pasif dengan nilai p=0,011. Latihan ROM Pasif jika dilakukan secara tepat dan konsisten dapat memulihkan kelemahan rentang gerak sendi siku dan kekuatan otot bisep pasien stroke iskemik.

Downloads

Download data is not yet available.

References

DAFTAR PUSTAKA

Andriani, M., & Agustriyani, F. (2021). Hubungan Dukungan Keluarga dengan Motivasi Pasien Pasca Stroke Melakukan ROM Aktif di RSUD DR. A Dadi Tjokrodipo. Journal of Current Health Sciences, 1(1), 7–12. https://doi.org/10.47679/jchs.v1i1.2

Anggraini, G. D., Septiyanti, S., & Dahrizal, D. (2018). Range Of Motion (ROM) Spherical Grip dapat Meningkatkan Kekuatan Otot Ekstremitas Atas Pasien Stroke. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan, 6(1), 38–48. https://doi.org/10.32668/jitek.v6i1.85

Anita, F., Pongantung, H., Ada, P. V., & Hingkam, V. (2018). Pengaruh Latihan Range of Motion Terhadap Rentang Gerak Sendi Ektremitas Atas Pada Pasien Pasca Stroke di Makassar. Journal Of Islamic Nursing, 3(1).

Aulyra Familah, Arina Fathiyyah Arifin, Achmad Harun Muchsin, Mochammad Erwin Rachman, & Dahliah. (2024). Karakteristik Penderita Stroke Iskemik dan Stroke Hemoragik. Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran, 4(6), 456–463. https://doi.org/10.33096/fmj.v4i6.468

Bakrie, Z. A., Arina Fathiyyah Arifin, Achmad Harun Muchsin, Irna Diyana Kartika Kamaluddin, & Irmayanti. (2024). Hubungan Kadar Leukosit pada Pasien Stroke Iskemik. Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran, 4(6), 429–436. https://doi.org/10.33096/fmj.v4i6.391

Daulay, N. M., & Hidayah, A. (2021). Pengaruh Latihan Range of Motion (ROM) Pasif Terhadap Kekuatan Otot dan Rentang Gerak Sendi Ekstremitas Pada Pasien Pasca Stroke. Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal), 6(1), 22. https://doi.org/10.51933/health.v6i1.395

Eka Pratiwi Syahrim, W., Ulfah Azhar, M., & Risnah, R. (2019). Efektifitas Latihan ROM Terhadap Peningkatan Kekuatan Otot Pada Pasien Stroke: Study Systematic Review. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI), 2(3), 186–191. https://doi.org/10.56338/mppki.v2i3.805

Juntara, P. E. (2019). Latihan Kekuatan dengan Beban Bebas Metode Circuit Training dan Plyometric. Altius: Jurnal Ilmu Olahraga dan Kesehatan, 8(2). https://doi.org/10.36706/altius.v8i2.8705

Kudadiri, F., Padang, L., Manik, S. K., & Sitopu, R. F. (2024). Efektivitas ROM (Range of Motion) Aktif Terhadap Kekuatan Otot pada Pasien Stroke Iskemik. 6(3).

Maelani, W. S., Fitriyah, E. T., Camelia, D., Roni, F., & Wijaya, A. (2022). Penerapan Intervensi Range of Motion (ROM) Pasif Ekstremitas Kiri Pada Pasien Stroke Non Hemoragik dalam Mengatasi Gangguan Mobilitas Fisik. Well Being, 7(2), 48–54. https://doi.org/10.51898/wb.v7i2.156

Maharani, T.-, Juli, C., & Hermawan, A. N. (2021). Karakteristik luaran klinis neurologis pasien stroke iskemik berdasarkan NIHSS. Jurnal Kedokteran Syiah Kuala, 21(3). https://doi.org/10.24815/jks.v21i3.20646

Murtaqib, M. (2013). Perbedaan Latihan Range of Motion ROM) Pasif dan Aktif selama 1–2 Minggu terhadap Peningkatan Rentang Geak Sendi pada Penderita Stroke di Kecamatan Tanggul Jember. Soedirman Journal of Nursing, 8(1), 56–68.

Nababan, T., & Giawa, E. (2019). Pengaruh ROM pada Pasien Stroke Iskemik Terhadap Peningkatan Kekuatan Otot di RSU. Royal Prima Medan tahun 2018. Jurnal Keperawatan Priority, 2(1).

Nisa, S. K., & Sari, S. A. (2024). Penerapan Range of Motion (ROM) Terhadap Kekuatan Otot Penderita Stroke di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Purwosari Metro Utara Tahun 2023. Jurnal Cendikia Muda, 4(2).

Oosterwijk, A., Nieuwenhuis, M., van der Schans, C., & Mouton, L. (2018). Shoulder and elbow range of motion for the performance of activities of daily living: A systematic review. Physiother Theory Pract, 34(7), 505–528. https://doi.org/10.1080/09593985.2017.1422206

Purba, S. D., Sidiq, B., Purba, I. K., Hutapea, E., Silalahi, K. L., Sucahyo, D., & Dian, D. (2022). Efektivitas ROM (Range of Motion) terhadap Kekuatan Otot pada Pasien Stroke di Rumah Sakit Royal Prima Tahun 2021. JUMANTIK (Jurnal Ilmiah Kegiatan Kesehatan), 7(1), 79. https://doi.org/10.30829/jumantik.v7i1.10952

Rahmadani, E., & Rustandi, H. (2019). Peningkatan kekuatan otot pasien stroke non hemoragik dengan hemiparese melalui latihan range of motion (ROM) pasif. Journal of Telenursing (JOTING), 1(2), 354–363.

Riskesdas, T. (2018). Prevalensi Stroke Iskemik dan Hemoragik.

Sahirah, R., Ikhsan, M., & Nadira, C. S. (2023). Gambaran Tingkat Pengetahuan Paramedis tentang Pencegahan Primer Stroke di Rumah Sakit Umum Cut Meutia Aceh Utara. GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh, 2(6), 102. https://doi.org/10.29103/jkkmm.v2i6.12436

Wibisono, F. A., & Bakti, A. P. (2024). Pengaruh Terapi Sport Massage Terhadap Rentang Gerak Sendi Lutut Pada Lansia Wanita Usia 60-70 Tahun. Jayabama: Jurnal Peminat Olahraga, 3(1), 43–60. https://doi.org/10.6732/jayabama.v3i1.4007

Wirentanus, L. (2019). Peran dan wewenang perawat dalam menjalankan tugasnya berdasarkan undang-undang nomor 38 tahun 2014 tentang keperawatan. Media Keadilan: Jurnal Ilmu Hukum, 10(2), 148–164.

Downloads

Published

2025-11-20

Issue

Section

Articles