Edukasi dan Aksi Lingkungan untuk Meningkatkan Kesadaran Sanitasi dan Air Minum Aman pada Masyarakat Kelurahan Sentani Kota
DOI:
https://doi.org/10.31004/hhydgs28Keywords:
air minum aman, kesadaran lingkungan, sanitasi amanAbstract
Permasalahan akses air minum aman dan sanitasi layak masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di berbagai wilayah, termasuk Kelurahan Sentani Kota, Kabupaten Jayapura. Keterbatasan fasilitas sanitasi, rendahnya kesadaran perilaku hidup bersih dan sehat, serta praktik buang air besar sembarangan berpotensi meningkatkan risiko penyakit berbasis lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan partisipasi masyarakat dalam penerapan sanitasi aman dan penggunaan air minum yang memenuhi standar kesehatan. Metode yang digunakan meliputi edukasi masyarakat melalui sosialisasi dan penyuluhan, aksi lingkungan berupa pembersihan drainase, grebek sampah, pemasangan media edukasi, serta survei untuk mengidentifikasi kondisi akses air minum dan sanitasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masih terdapat 76 kepala keluarga yang belum memiliki jamban layak, serta sebagian masyarakat belum memahami praktik sanitasi dan higiene secara optimal. Namun, setelah pelaksanaan edukasi dan aksi lingkungan, terjadi peningkatan pemahaman masyarakat, terutama terkait cuci tangan pakai sabun, pengelolaan sampah, dan pentingnya sanitasi aman. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan pemberdayaan masyarakat melalui kombinasi edukasi dan aksi lingkungan efektif dalam meningkatkan kesadaran sanitasi serta mendukung upaya pencegahan penyakit berbasis lingkungan.
Downloads
References
Agustian, D., Rahmawati, I., & Lestari, R. (2023). Hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadian penyakit berbasis lingkungan. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 18(2), 115–123.
Ariani, I. (2007). Penurunan Kadar Total Suspended Solid (TSS) pada air limbah domestik dengan menggunakan reaktor “Aerokarbon Biofilter”. [Laporan penelitian/skripsi/tesis].
Asrini, N. K., Adnyana, I. W. S., & Rai, I. N. (2017). Studi analisis kualitas air di Daerah Aliran Sungai Pakerisan Provinsi Bali. Ecotrophic: Jurnal Ilmu Lingkungan, 11(2), 101–107.
Badan Pusat Statistik. (2020). Statistik pembangunan berkelanjutan Indonesia. BPS.
Basyariyah, N., Handayani, S., & Putri, A. (2021). Kepemilikan jamban sehat dan risiko penyakit diare pada masyarakat. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 13(1), 45–53.
Dewi, R., Sari, N., & Hidayat, T. (2023). Sanitasi lingkungan dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat. Jurnal Ilmu Kesehatan, 11(3), 201–209.
Handayani, D., & Surya, R. (2020). Akses sanitasi dan kualitas lingkungan permukiman. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 19(2), 89–97.
Ibal, L., & Abubakar, E. (2022). Partisipasi masyarakat dalam program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (PAMSIMAS). Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 7(1), 45–54.
Martini, S., Rahman, A., & Yusuf, M. (2023). Implementasi STBM dalam pencegahan penyakit berbasis lingkungan. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 17(1), 33–41.
Susilawati, S. (2022). Analisis partisipasi masyarakat dalam penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat. Jurnal Kesmas Untika Luwuk, 13(2), 88–97.
Wandari, N., Putra, D., & Siregar, H. (2023). Sanitasi, stunting, dan kesehatan lingkungan. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 15(1), 12–20.
Yefni, & Haris, M. (2019). Pemberdayaan lingkungan melalui Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) Desa Padang Mutung Kampar. Masyarakat Madani: Jurnal Kajian Islam dan Pengembangan Masyarakat, 4(1), 13–24.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Hotnida Nainggolan, Santje Magdalena Iriyanto, Mohamad Irji Matdoan, Evanita Veronika Manullang, Mohamad Rusdianto Abu

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












