Screening Pemeriksaan Paru-Paru pada Warga Terdampak Tol di Desa Mojoroto Kediri

Authors

  • Hartati Tuna Program Studi D3 Kebidanan, Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Author
  • MariaMgdalena Riyaniarti Estri Wuryandari Program Studi S1 Farmasi, Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Author
  • Vivien Dwi Purnamasari Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat, Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Author

DOI:

https://doi.org/10.31004/js1mnn20

Keywords:

Glukosa darah, Spinometri, Indekmassa tubuh, Sreeneng Kesehatan

Abstract

Ubi kayu atau singkong termasuk tanaman umbi-umbian yang banyak dijumpai di lahan masyarakat, terutama di pedesaan. Cara menanamnya relatif lebih mudah dibandingkan dengan padi maupun jagung. Singkong mengandung pati dalam jumlah tinggi sehingga menjadi salah satu sumber karbohidrat. Kandungan gizinya kaya akan energi, tetapi rendah protein. Menurut Soepriyadi, Dangga & Laela (2019), dalam 100gram singkong rebus memiliki 112 kalori yang 98% berasal dari karbohidrat dan sisanya berasal dari protein serta lemak. Selain itu, singkong juga memiliki antioksidan yang bermanfaat untuk melindungi tubuh dari radikal bebas serta membantu mengurangi komplikasi selama kehamilan. Zat antioksidan ini berasal dari vitamin C, vitamin A, dan beta-karoten yang terdapat di dalamnya. Vitamin C dalam singkong membantu melindungi tubuh dari penyakit jantung koroner dan beberapa jenis kanker (Soepriyadi, Dangga & Laela, 2019). Karena itu, singkong baik dijadikan sebagai salah satu pilihan pengganti makanan pokok. Alasan dilaksanakannya pengabdian masyarakat di Desa Datengan, Kediri karena mayoritas masyarakatnya berprofesi sebagai petani singkong. Selama ini, hasil panen singkong hanya dijual dalam bentuk umbi segar tanpa melalui proses pengolahan lebih lanjut, sehingga nilai ekonominya masih rendah. Selain itu, bagian lain dari tanaman singkong seperti batang dan daunnya sering kali dibuang begitu saja, padahal sebenarnya memiliki banyak potensi manfaat.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

American Thoracic Society. (1991). Lung function testing: Selection of reference values and interpretative strategies. American Review of Respiratory Disease, 144(5), 1202–1218. https://doi.org/10.1164/ajrccm/144.5.1202

American Thoracic Society/European Respiratory Society. (2005). Standardisation of spirometry. European Respiratory Journal, 26(2), 319–338. https://doi.org/10.1183/09031936.05.00034805

Darmawan, A. (2018). Pencemaran udara dan dampaknya terhadap kesehatan paru. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 10(2), 85–94.

Global Initiative for Chronic Obstructive Lung Disease. (2023). Global strategy for the diagnosis, management, and prevention of chronic obstructive pulmonary disease. GOLD.

Health Effects Institute. (2010). Traffic-related air pollution: A critical review of the literature on emissions, exposure, and health effects (Special Report No. 17). HEI.

Miller, M. R., Hankinson, J., Brusasco, V., Burgos, F., Casaburi, R., Coates, A., Crapo, R., Enright, P., van der Grinten, C. P. M., Gustafsson, P., Jensen, R., Johnson, D. C., MacIntyre, N., McKay, R., Navajas, D., Pedersen, O. F., Pellegrino, R., Viegi, G., & Wanger, J. (2005). General considerations for lung function testing. European Respiratory Journal, 26(1), 153–161. https://doi.org/10.1183/09031936.05.00034505

Pope, C. A., III, & Dockery, D. W. (2006). Health effects of fine particulate air pollution: Lines that connect. Journal of the Air & Waste Management Association, 56(6), 709–742. https://doi.org/10.1080/10473289.2006.10464485

Salvi, S., & Barnes, P. J. (2009). Chronic obstructive pulmonary disease in non-smokers. The Lancet, 374(9691), 733–743. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(09)61303-9

Schraufnagel, D. E., Balmes, J. R., Cowl, C. T., De Matteis, S., Jung, S. H., Mortimer, K., Perez-Padilla, R., Rice, M. B., Riojas-Rodriguez, H., Sood, A., Thurston, G. D., To, T., Vanker, A., & Wuebbles, D. J. (2019). Air pollution and noncommunicable diseases. Chest, 155(2), 409–416. https://doi.org/10.1016/j.chest.2018.10.042

Wahyu Ramadhan, & Sya’ban, M. B. A. (2024). Pembangunan infrastruktur jalan dan pemerataan ekonomi wilayah. Jurnal Pembangunan Wilayah, 12(1), 45–56.

World Bank. (2019). Infrastructure for development. World Bank Publications.

World Health Organization. (2018). Ambient (outdoor) air pollution. WHO Press.

World Health Organization. (2021). WHO global air quality guidelines: Particulate matter (PM2.5 and PM10), ozone, nitrogen dioxide, sulfur dioxide and carbon monoxide. WHO Press.

Downloads

Published

2026-01-07

Issue

Section

Articles