Sosialisasi Pembuatan Beras Singkong pada PetaniBogoroso Datengan Kediri
DOI:
https://doi.org/10.31004/2bbceq59Keywords:
Singkong, Edukasi Masyarkat, PelatihanKetrampilan, Nilai Tambah EkonomiAbstract
Ubi kayu atau singkong termasuk tanaman umbi-umbian yang banyak dijumpai di lahan masyarakat, terutama di pedesaan. Cara menanamnya relatif lebih mudah dibandingkan dengan padi maupun jagung. Singkong mengandung pati dalam jumlah tinggi sehingga menjadi salah satu sumber karbohidrat. Kandungan gizinya kaya akan energi, tetapi rendah protein. Menurut Soepriyadi, Dangga & Laela (2019), dalam 100gram singkong rebus memiliki 112 kalori yang 98% berasal dari karbohidrat dan sisanya berasal dari protein serta lemak. Selain itu, singkong juga memiliki antioksidan yang bermanfaat untuk melindungi tubuh dari radikal bebas serta membantu mengurangi komplikasi selama kehamilan. Zat antioksidan ini berasal dari vitamin C, vitamin A, dan beta-karoten yang terdapat di dalamnya. Vitamin C dalam singkong membantu melindungi tubuh dari penyakit jantung koroner dan beberapa jenis kanker (Soepriyadi, Dangga & Laela, 2019). Karena itu, singkong baik dijadikan sebagai salah satu pilihan pengganti makanan pokok. Alasan dilaksanakannya pengabdian masyarakat di Desa Datengan, Kediri karena mayoritas masyarakatnya berprofesi sebagai petani singkong. Selama ini, hasil panen singkong hanya dijual dalam bentuk umbi segar tanpa melalui proses pengolahan lebih lanjut, sehingga nilai ekonominya masih rendah. Selain itu, bagian lain dari tanaman singkong seperti batang dan daunnya sering kali dibuang begitu saja, padahal sebenarnya memiliki banyak potensi manfaat.
Downloads
References
Amien, E.R. et al. (2021) ‘Pemanfaatan limbah batang singkong menjadi obat nyamuk bakar dengan campuran sereh wangi (Cymbopogon nardus L.)’, Open Science and Technology, 1(2), pp. 208–216. Available at: https://doi.org/10.33292/ost.vol1no2.2021.24.
Apriliyanti, F., & Sutrisno, A. (2021). Peningkatan nilai tambah singkong melalui inovasi produk pangan lokal berbasis mocaf. Jurnal Pangan dan Agroindustri, 9(2), 115–124.
Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi. (2016). Teknologi budidaya singkong. Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Dewi, N. K., & Rahmawati, L. (2020). Pemanfaatan daun singkong sebagai bahan baku teh herbal kaya antioksidan. Jurnal Teknologi Hasil Pertanian, 13(1), 45–53.
Food and Agriculture Organization of the United Nations. (2013). Save and grow: Cassava – A guide to sustainable production intensification. FAO.
Hidayati, N., Prasetyo, E., & Lestari, D. (2018). Pemanfaatan limbah batang singkong sebagai bahan baku obat nyamuk ramah lingkungan. Jurnal Teknologi Lingkungan, 19(2), 145–152.
Hidayat, T., & Nugroho, S. (2022). Inovasi pembuatan beras analog berbasis singkong sebagai alternatif pangan pengganti beras. Jurnal Gizi dan Pangan, 17(3), 211–220.
Jannah, M. et al. (2015) ‘Pembuatan Dan Uji Karakteristik Fisik Beras Analog Berbahan Baku Tepung Singkong Yang Diperkaya Dengan Protein Udang’, Jurnal Teknik Pertanian LampungVol, 4(1), pp. 51–56.
Rukmana, R. (2019). Singkong: Budidaya dan pascapanen. Kanisius.
Syafitri, R., & Widodo, B. (2018). Teknologi tepat guna pengolahan ubi kayu menjadi tepung mocaf sebagai upaya diversifikasi pangan. Prosiding Seminar Nasional Pangan Lokal, 4(1), 55–62.
Subagio, A. (2009). Modified cassava flour (MOCAF): Sebuah bahan baku tepung lokal untuk diversifikasi pangan. Jurnal Pangan, 18(2), 79–87.
Sunarsi, S., Subagio, A., Hidayat, N., & Wuryatmo, E. (2011). Pengembangan modified cassava flour (MOCAF) sebagai bahan baku industri pangan. Jurnal Teknologi Pertanian, 12(2), 87–96.
Suryani, A., Fitriani, L., & Handayani, R. (2020). Strategi peningkatan nilai tambah singkong melalui pengolahan hasil pertanian. Jurnal Agribisnis Indonesia, 8(1), 55–64.
Soepriyadi, N., Dangga, S.A. and Laela, N. (2019) ‘Pelatihan Pengolahan Selai Pisang, Bola-Bola Singkong, Kering Singkong Pedas Manis dan Packaging yang Baik’, Jurnal Abdikarya: Jurnal Karya Pengabdian Dosen dan Mahasiswa, 3(1), pp. 48–53.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Maria Magdalena Riyaniarti Estri Wuryandari, PrimaAgusti Lukis, Dyah Aryantini

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












