Green Land: Strategi Penghijauan Berbasis Pemberdayaan Masyarakat di RW 2 Jl. Bintara, Kota Pekanbaru
DOI:
https://doi.org/10.31004/yaw9cd28Keywords:
pemberdayaan masyarakat, lingkungan hijau, penghijauanAbstract
Degradasi lingkungan akibat pesatnya pembangunan kota, dan berkurangnya ruang terbuka hijau di wilayah seperti Pekanbaru menunjukkan pentingnya inisiatif lingkungan yang berbasis pada partisipasi masyarakat. Menanggapi hal tersebut, Program GREEN LAND (Gerakan Lingkungan Hijau Mandiri) dilaksanakan sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat untuk mewujudkan lingkungan hijau yang berkelanjutan. Tujuan dari program ini adalah meningkatkan kesadaran ekologis serta keterampilan warga melalui metode demonstrasi partisipatif. Kegiatan dilakukan di RW 2, Jl. Bintara, Kelurahan Labuh Baru Timur, Kota Pekanbaru, dengan melibatkan masyarakat dalam aksi penanaman pohon secara langsung. Hasil kegiatan menunjukkan partisipasi aktif dari masyarakat dan keberhasilan penanaman 40 pohon yang sesuai dengan karakteristik lingkungan setempat. Inisiatif ini berkontribusi pada peningkatan kualitas lingkungan fisik, penguatan dan mempererat ikatan sosial warga. Meskipun masih terdapat keterbatasan dalam aspek perawatan pascatanam, program ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut melalui dukungan kelompok masyarakat dan kolaborasi multipihak. GREEN LAND sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dan menjadi contoh nyata praktik pelestarian lingkungan berbasis masyarakat.
Downloads
References
Chambers, R. (1997). Whose Reality Counts? Putting the First Last. Intermediate Technology Publications.
dan Perumahan Rakyat, K. P. U. (2021). Kajian Pengelolaan RTH Kota Pekanbaru.
Food and Agriculture Organization. (2017). The Future of Food and Agriculture: Trends and Challenges.
Ismanto, H. (2020a). Pengelolaan Lahan Pekarangan dalam Konteks Urban Farming. Jurnal Pertanian Urban, 5(1), 45–52.
Ismanto, H. (2020b). Revitalisasi Pekarangan Kota dalam Perspektif Ekologi Partisipatif. Jurnal Tata Lingkungan, 28(2), 145–157.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). (2022). Status Lingkungan Hidup Indonesia 2022. KLHK.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). (2021). Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan. Direktorat Jenderal Cipta Karya.
Nabhan, G. P. (2012). Growing Food in a Hotter, Drier Land: Lessons from Desert Farmers on Adapting to Climate Uncertainty. Chelsea Green Publishing.
Nations, U. (2015). Transforming Our World: The 2030 Agenda for Sustainable Development. https://sdgs.un.org/2030agenda
Noviati, A., & Belajar, D. (2022). Model Partisipatif dalam Penghijauan Perkotaan: Studi Kasus di Pemukiman Padat. Jurnal Sosial Ekologis, 6(1), 22–34.
Noviati, W., & Belajar, H. (2022). Jurnal Kependidikan Jurnal Kependidikan. Jurnal Kependidikan, 7(2), 19–27. file:///C:/Users/ASUS/Downloads/1097-Article Text-3401-1-10-20230117.pdf
Pratiwi, D., & Wibowo, F. (2023). Gerakan Penghijauan dan Ketahanan Komunitas Urban. Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 12(1), 87–95.
Pratiwi, R., & Wibowo, M. (2023). Pemberdayaan Masyarakat dalam Pembangunan Lingkungan Hijau: Studi Pengabdian di Wilayah Perkotaan. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 5(1), 11–23.
Programme, U. N. E. (2020). Green Environment and Urban Resilience. https://www.unep.org
Rahman, A., Hidayat, S., & Fitriani, R. (2023). Urban Heat Island dan Kualitas Udara di Kota Berkembang. Jurnal Lingkungan Tropis, 9(2), 78–89.
Roy, M., Byrne, J., & Pickering, C. (2018). A Systematic Quantitative Review of Urban Green Space Research 1990–2016: Patterns and Directions. Landscape and Urban Planning, 180, 45–61. https://doi.org/10.1016/j.landurbplan.2018.08.016
Sudarmadji, E., & Harahap, R. (2021). Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Lingkungan di Perkotaan. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 8(2), 123–131.
World Bank. (2020). Urban Population Growth and Environmental Pressure. https://www.worldbank.org
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Suryani, Kursiah Warti Ningsih, T. Septi Nabila

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












