Empowering Rural Educators through Independent Curriculum for Sustainable Learning
DOI:
https://doi.org/10.31004/nrb4hb13Keywords:
Pendidikan Berkualitas , Kurikulum Merdeka , Pemberdayaan Guru , Inovasi Pendidikan , Pendidikan BerkelanjutanAbstract
Pendidikan yang bermutu merupakan landasan utama dalam mendorong kemajuan masyarakat. Dalam konteks ini, penerapan Kurikulum Merdeka di Desa Cintakarya dipandang sebagai strategi penting untuk mewujudkan tujuan tersebut. Meskipun demikian, proses implementasi kurikulum ini masih menghadapi berbagai kendala, khususnya rendahnya pemahaman guru terhadap konsep dan prinsip dasar Kurikulum Merdeka. Untuk mengatasi persoalan ini, diselenggarakan sebuah seminar sebagai ruang kolaboratif bagi para guru dalam mengidentifikasi tantangan serta merumuskan solusi yang inovatif. Kegiatan pengabdian ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang menekankan keterlibatan aktif peserta dalam proses identifikasi masalah, perencanaan, dan aksi perbaikan. Hasil dari pelaksanaan seminar menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru terkait Kurikulum Merdeka, serta terciptanya sinergi positif antarguru dari berbagai jenjang pendidikan. Selain itu, terdapat dorongan baru bagi para guru untuk mengembangkan metode pembelajaran yang lebih kreatif dan kontekstual. Sebagai bentuk tindak lanjut, program ini juga mengadakan kegiatan tambahan seperti lomba desa dan pelatihan edukasi ecoprint, yang turut memperkuat nilai-nilai pendidikan di lingkungan masyarakat. Guna mendukung keberlanjutan dampak positif ini, pelatihan dan pendampingan secara berkala bagi guru sangat diperlukan, sehingga penerapan Kurikulum Merdeka dapat berjalan lebih optimal dan menciptakan ekosistem belajar yang progresif di desa.
Downloads
References
Affandi, A. dkk. (2013). Modul Participatory Action Research (PAR). Surabaya: LPM IAIN Sunan Ampel.
Anderson, L. W., & Krathwohl, D. R. (2001). A Taxonomy for Learning, Teaching, and Assessing: A Revision of Bloom's Taxonomy of Educational Objectives. New York: Longman.
Bandura, A. (1997). Self-Efficacy: The Exercise of Control. New York: W.H. Freeman and Company.
Dyah Tri, Prihatin Sulistyowati, and N. A. (2024). Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Meningkatkan Kreativitas Dan Keterampilan Peserta Didik Melalui Program “ Eco Print. 4(1), 81–91.
Fullan, M. (2007). The New Meaning of Educational Change (4th ed.). New York: Teachers College Press.
Kemmis, S., & McTaggart, R. (2000). Participatory Action Research. In Handbook of Qualitative Research, Ed. Norman K. Denzin and Yvonna S. Lincoln, 569–605.
Kemendikbudristek. (2022 & 2023). Panduan Implementasi Kurikulum Merdeka. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Kemmis, S., & McTaggart, R. (2005). Participatory Action Research: Communicative Action and the Public Sphere. In N. K. Denzin & Y. S. Lincoln (Eds.), The Sage Handbook of Qualitative Research (3rd ed., pp. 559–603). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Mulyasa, E. (2020). Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.
OECD. (2020). Teachers and Leaders in Vocational Education and Training. Paris: Organisation for Economic Co-operation and Development.
Sagala, S. (2019). Manajemen Strategik dalam Peningkatan Mutu Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Tilaar, H. A. R. (2012). Perubahan Sosial dan Pendidikan: Pengantar Pedagogik Transformatif untuk Indonesia. Jakarta: Grasindo.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Neneng Nurmalasari, Imas Masitoh, Ina Nurwahidah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












