Instagram sebagai Katalis Transformasi Pintar Digital Sanffar Seni Ega Robot Budaya Jawa Barat

Authors

  • Taufik Rahmat Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Al-Ghifari Author
  • Shafa Kamila Khairunnisa Program Studi Ilmu Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik, Universitas Al-Ghifari Author
  • Haura Nafisa Rachman Program Studi Ilmu Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik, Universitas Al-Ghifari Author
  • Marlina Minarti Suryani Program Studi Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Al-Ghifari Author
  • Safira Khoirola Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik, Universitas Al-Ghifari Author

DOI:

https://doi.org/10.31004/622ahc22

Keywords:

Instagram, Media Sosial, Budaya, Sanggar Seni Ega Robot

Abstract

Pelestarian seni budaya daerah menghadapi tantangan kompleks di era digital saat ini, terutama bagi komunitas seni tradisional yang membutuhkan strategi promosi efektif untuk menarik perhatian masyarakat luas, khususnya generasi muda. Sanggar Seni Ega Robot sebagai salah satu pelaki seni budaya Jawa Barat memerlukan visibilitas dan jangkauan audiens yang lebih luas untuk memperkenalkan karya-karyanya dan kegiatannya kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk meningkarkan visibilitas sanggar melalui pemanfaatan media sosial Instagram sebagai platform digital yang efektif dan popular di berbagai kalangan lapisan masyarakat. Metode yang digunakan meliputi survei komprehensif ke Sanggar Seni Ega Robot, penyusunan dan pengunggahan komten yang disajikan berfokus pada dokumentasi aktivitas latihan sanggar serta fitur interaktif untuk meningkatkan keterlibatan audiens. Evaluasi dilakukan menggunakan Instagra, Insight untuk mengukur pertumbuhan views dan interaksi konten secara berkala dan sistematis. Hasil pengelolaan media sosial menunjukkan peningkatan signifikan dalam tayangan story dan likes dari audiens. Interaksi aktif melalaui fitur story memberikan dampak positif terhadap kesadaran dan minat masyarakat, khususnya kalangan muda terhadap pelestarian seni budaya lokal. Kegiatan ini tidak hanya berhasil meningkatkan visibilitas Sanggar Seni Ega Robot tetapi juga memberikan model sederhana dan efektif untuk pelestarian budaya menggunakan media sosial. Pengabdian ni membuktikan bahwa integrasi teknologi digital dengan seni tradisional dapat menjadi solusi inovatif dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya daerah. Untuk pengembangan selanjutnya, disarankan agar Sanggar Seni Ega Robot dan komunitas seni budaya serupa melakukan diversifikasi platform media sosial ke Tiktok dan YouTube untuk menjangkau segmen audiens yang lebih luas. Perlu dilakukan kolaborasi strategis dengan influencer lokal dan institusi Pendidikan guna memperkuat dampak edukasi budaya. Pengembangan konten yang lebih interaktif seperti edukasi dan live streaming dapat meningkatkan engagement secara berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anista, R. (2023). Transformasi Kebudayaan: Dampak Perkembangan Teknologi dan Media Sosial. Jurnal Pendidikan Sosial Indonesia.

Artha, L. P., Ratnasari, & Kurniadi, O. (2023). Participatory culture communication in the preservation of Sundanese manuscripts. Journal of Scientific Research, Education, and Technology (JSRET), 1327–1336.

Diego, D., Lestari, Y., Sarmiati, S., Yilia, V., & Muwaffaq, F. (2024). Leveraging social media for cultural preservation: Promoting traditional Minangkabau arts in the digital era. . Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora.

Fitria, N., & Supriono, S. (2024). Dampak Teknologi dan Komunikasi Terhadap Pelestarian dan Budaya Lokal. At-Tadabbur: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan.

Hanindita, F., Mulyani, N., & Yusuf, A. R. (2024). Instagram dan representasi identitas budaya generasi Z di Indonesia. Jurnal Komunikasi Nusantara.

Kartika, D. R., & Rahmawati, T. (2023). Peran media sosial dalam promosi budaya lokal di era digital. Jurnal Ilmu Komunikasi dan Media Digital.

Pramana, P., & Priastuty, C. W. (2023). Media Sebagai Wadah Pelestarian Budaya Jawa. Samvada: Jurnal Riset Komunikasi, Media, dan Public Relation.

Puspitasari, A., & Nugroho, S. (2022). Strategi promosi seni tradisional melalui media sosial Instagram pada komunitas budaya. urnal Komunikasi Budaya.

Putranto, A., Revianur, A., Oktavia, S., Wijaya, C. I., Zein, Y. S., Puspitasi, I., & Falah, J. N. (2022). Penggunaan wahana digital dalam promosi dan pemasaran batik sebagai kontekstualisasi pelestarian cagar budaya. Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat.

Rahmatika, A. (2022). Memanfaatkan Teknologi Dalam Melestaikan Budaya Untuk Kemajuan Bangsa.

Sitorus, S. A., Liana, M. T., & Simanjuntak, A. N. (2025). Optimalisasi Komunikasi dan Branding Untuk UMKM: Upaya Go Digital Melalui Pengabdian Masyarakat. Jurnal Medika: Medika, 4(3); 379-387.

Socialinsider. (2024). Instagram Engagement Rate Benchmarks for 2024. Retrieved from Socialinsider Blog: https://www.socialinsider.io/blog/instagram-engagement-rate/

Sofya, N. D., & Esabella, S. (2025). Digitalisasi sebagai Sarana Pelestarian Kebudayaan Lokal. Jurnal Pengabdian Rekayasa Sistem.

Supriadi, I., & Sari, Y. (2024). ndonesian cultural identity in social media networks: A critical discourse analysis on Instagram of Gen Z users. MSJ: Majority Science Journal.

UNESCO. (2024). Digital Technologies for Cultural Heritage: Challenges and Opportunities. UNESCO Digital Library.

Utami, D., & Haris, M. (2023). Optimalisasi Instagram sebagai media promosi komunitas seni: Studi pada generasi muda. Jurnal Teknologi dan Budaya.

Downloads

Published

2025-11-29

Issue

Section

Articles