Optimalisasi Petani Kopi Desa Girimekar dalam Mengolah Limbah Cascara Menjadi Teh

Authors

  • Wildan Wibawa Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Al-Ghifari Author
  • Delia Ramadiyanti Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Al-Ghifari Author
  • Sandi Pangestu Program Studi Sastra Inggris, Fakultas Sastra, Universitas Al-Ghifari Author
  • Muhammad Rama Setadriya Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Al-Ghifari Author
  • Osama Muhammad Afganis Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Al-Ghifari Author
  • Zulfa Wafiq Azizah Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Teknik Informasi, Universitas Al-Ghifari Author

DOI:

https://doi.org/10.31004/pk4j1m39

Keywords:

Cascara, Teh Kopi, Limbah Kopi, Pemberdayaan Petani, Franchise, Blue Ocean

Abstract

Desa Girimekar, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung, merupakan salah satu daerah penghasil kopi Arabika Palasari dengan potensi produksi kopi yang tinggi. Lembaga Pelatihan dan pemagangan usaha kehutanan swadaya wanawiyata widyakarya giri senang sekarang sebagai produsen kopi kenangan dan mengirim 45 ton kopi arabika setiap bulannya. Untuk mengatasi masalah limbah kopi dan meningkatkan nilai tambah bagi petani, perlu dilakukan pengembangan produk dari cascara. Cascara (kulit kopi) memiliki kandungan antioksidan yang cukup tinggi sehingga sangat berpeluang untuk dimanfaatkan sebagai produk baru, sayangnya, sekitar 60% dari hasil panen kopi berupa limbah kulit kopi (cascara) belum dimanfaatkan secara optimal dan hanya dijadikan kompos. Melalui program pengabdian masyarakat berbasis Kuliah Kerja Nyata (KKN), KKN 17 Waluya Karsa, mahasiswa Universitas Al-Ghifari melakukan inovasi pemanfaatan limbah cascara menjadi produk teh bernilai jual tinggi. Kegiatan ini diawali dengan pelatihan teknis bagi petani terkait pemilihan cherry kopi berkualitas, teknik penyortiran dan pencucian, serta proses pengeringan cascara yang higienis. Setelah itu, dilakukan formulasi tiga varian rasa teh cascara original, lemon madu, dan mangga. Program ini juga dilengkapi dengan perancangan logo, desain booth, dan pendampingan legalitas usaha sebagai persiapan model bisnis berbasis franchise. Hasil program menunjukkan bahwa teh cascara memiliki potensi sebagai minuman sehat alternatif yang berkelanjutan dan mampu membuka pasar baru (blue ocean) yang belum ada di Indonesia. Selain memberi nilai tambah bagi petani, program ini juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal berbasis inovasi dan pemberdayaan masyarakat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Baihaqi, S. H. (2023). Sifat Organoleptik Teh Cascara (Limbah Kulit Buah Kopi) Pada Pengeringan Berbeda. JURNAL AGROSAINS, 1-8.

Boy Macklin Pareira Prawiranegara, C. A. (2024). Analisis Ekonomi Pengolahan Limbah Ceri Kopi Menjadi Teh Cascara Dengan Metode Pengeringan Yang Berbeda: Studi Kasus di Sub DAS Cikamiri, Desa Cisarua, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut. Seminar Nasional Sains dan Teknologi, 1-12.

Riski Ayu Anggreini, L. A. (2024). Product Diversification of Robusta Coffee Cascara at Gapoktan Karya Bakti: An Effort to Support Zero Waste. Jati Emas, 1-4.

Rozaq Muhammad Yasin, K. T. (2023). PEMANFAATAN KULIT KOPI MENJADI TEH CASCARA BAGI PENGUSAHA KOPI ROBUSTA GUNUNG MURIA. Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat, 1-10.

Slamet Tuty, A. S. (2023). PEMANFAATAN LIMBAH KOPI MENJADI TEH CASCARA DI WILAYAH KAMPUNG LEGOK NYENANG DESA GIRIMEKAR KECAMATAN CILENGKRANG KABUPATEN BANDUNG. Jurnal PKM BABAKTI, 1-12.

Downloads

Published

2025-11-29

Issue

Section

Articles