Komunitas Belajar Pancasila Berbasis Karang Taruna Untuk Revitalisasi Citra “Pesu” Sebagai Desa Pancasila

Authors

  • Sarmini PSDKU Kampus 5, Universitas Negeri Surabaya Author
  • Gading Gamaputra PSDKU Kampus 5, Universitas Negeri Surabaya Author
  • Anna Noordia PSDKU Kampus 5, Universitas Negeri Surabaya Author
  • Siti Maizul Habibah PSDKU Kampus 5, Universitas Negeri Surabaya Author
  • Hezron Sabar Rotua Tinambunan PSDKU Kampus 5, Universitas Negeri Surabaya Author
  • Mochamad Kamil Budiarto PSDKU Kampus 5, Universitas Negeri Surabaya Author
  • Hari Kusmanto PSDKU Kampus 5, Universitas Negeri Surabaya Author

DOI:

https://doi.org/10.31004/m5bs2b36

Keywords:

Pancasila, Karang taruna, Komunitas Belajar, Revitalisasi Nilai, Pengabdian Masyarakat, Pemuda Desa

Abstract

Revitalisasi nilai-nilai Pancasila di tingkat komunitas menjadi isu krusial di tengah gejala melemahnya partisipasi sosial generasi muda. Desa Pesu, yang pernah menyandang predikat Kampung Pancasila, mengalami tantangan dalam mempertahankan nilai-nilai ideologis dalam kehidupan sehari-hari. Program pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat kembali internalisasi Pancasila melalui pengembangan komunitas belajar berbasis Karang Taruna. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif-reflektif dengan kegiatan utama berupa seminar kebhinekaan, pelatihan kepemimpinan, dan pembentukan komunitas belajar Pancasila di setiap dusun. Hasil program menunjukkan peningkatan pemahaman nilai Pancasila, munculnya ruang-ruang diskusi interaktif, serta aktivitas konkret yang merefleksikan gotong royong dan toleransi antarwarga. Komunitas belajar juga memanfaatkan media digital untuk mendiseminasikan nilai Pancasila secara kontekstual. Program ini mendorong kolaborasi antara pemuda, pemerintah desa, dan lembaga pendidikan dalam membangun tata kelola desa yang berkeadilan dan partisipatif. Keberhasilan program ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis komunitas efektif dalam menghidupkan kembali nilai-nilai ideologis secara organik dan berkelanjutan. Temuan ini penting sebagai model replikasi bagi desa lain yang menghadapi krisis identitas kebangsaan di era disrupsi nilai.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Afrianti, Y., & Suhendar, D. (2022). Strategi Penguatan Ideologi Pancasila di Komunitas Lokal. Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 5(1), 45-58.

Amalia, N., & Kurniawan, A. (2022). Digitalisasi Pendidikan Nilai untuk Generasi Milenial. Jurnal Ilmu Sosial Digital, 4(2), 87-99.

Aspers, P., & Corte, U. (2019). What is Qualitative in Qualitative Research. Qualitative Sociology, 42(2). https://doi.org/10.1007/s11133-019-9413-7

Bandura, A. (1977). Social Learning Theory. Englewood Cliffs, NJ: Prentice Hall.

Chaskin, R. J. (2001). Building community capacity: A definitional framework and case studies from a comprehensive community initiative. Urban Affairs Review, 36(3), 291-323.

Fauzi, A. (2022). Peran Pemuda dalam Revitalisasi Nilai Kebangsaan. Jurnal Sosial Politik, 6(1), 33-47.

Fitriani, E. (2021). Strategi Pendidikan Sebaya dalam Penguatan Nilai Pancasila. Jurnal Pendidikan Karakter, 11(2), 132-143.

Hidayat, R., & Wibowo, S. (2021). Pendidikan Kepemimpinan Berbasis Nilai. Jurnal Ilmu Pendidikan, 9(1), 25-38.

Indrawadi, J., Isnarmi, I., Montessori, M., & Tiara, M. (2021). Aktualisasi nilai-nilai Pancasila dalam kegiatan organisasi kepemudaan. Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 3(1), 11–15. https://doi.org/10.24036/abdi.v3i1.87

Kolb, D. A. (1984). Experiential learning: Experience as the source of learning and development. FT press.

Knowles, M. (1980). The modern practice of adult education: From pedagogy to andragogy. Cambridge Books.

Lestari, H., & Fitria, A. (2023). Kearifan Lokal sebagai Sarana Internalisasi Pancasila. Jurnal Filsafat Pancasila, 3(1), 70-84.

Maulana, D., & Widodo, T. (2022). Infrastruktur Digital dan Pendidikan Ideologi di Desa. Jurnal Pembangunan Daerah, 2(2), 112-126.

Nurdiansyah, E. (2013). Peran pemuda dan organisasi kepemudaan dalam merevitalisasi nilai-nilai Pancasila pada kehidupan masyarakat. Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial, 22(2). https://doi.org/10.17509/jpis.v22i2.2197

Nurjanah, L. (2021). Pancasila dalam Kebijakan Sosial Desa. Jurnal Tata Kelola Pemerintahan, 8(2), 58-71.

Pratama, F. F., & Rahmat, R. (2018). Peran Karang Taruna dalam mewujudkan tanggung jawab sosial pemuda sebagai gerakan warga negara. Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan, 15(2), 170–179. https://doi.org/10.21831/jc.v15i2.19182

Purnama, F., & Azwar, A. (2021). Proses internalisasi nilai-nilai Pancasila terhadap generasi muda Karang Taruna Balai Tongah Koto. Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi, 8(2), 126–133. https://doi.org/10.21831/jppfa.v8i2.38775

Putnam, R. D. (2000). Bowling alone: The collapse and revival of American community. Simon and Schuster.

Rahman, A. (2020). Dialog Antaragama dalam Masyarakat Multikultural. Jurnal Keberagaman, 9(1), 23-37.

Sari, D., & Andriani, R. (2023). Komunitas Sebagai Ruang Ideologisasi Pancasila. Jurnal Sosial Humaniora, 11(1), 102-118.

Suharto, E. (2021). Pembangunan Masyarakat: Teori, Kebijakan dan Praktik. Bandung: Refika Aditama.

Yani, R. (2022). Pancasila di Era Disrupsi: Reaktualisasi Nilai dalam Konteks Sosial. Jurnal Ketahanan Nasional, 28(2), 98-112.

Downloads

Published

2025-07-27

Issue

Section

Articles