Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Melalui PemeriksaanDan Pengobatan Gratis

Authors

  • Wahyuni Wahyuni Program Studi Kedokteran Program Sarjana, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Lambung Mangkurat Author
  • Fahrina Ulfah Program Studi Kedokteran Program Sarjana, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Lambung Mangkurat Author
  • Nani Zaitun Program Studi Kedokteran Program Sarjana, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Lambung Mangkurat Author
  • Dwi Setyohadi Program Studi Kedokteran Program Sarjana, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Lambung Mangkurat Author
  • Aida Aulia Sari Program Studi Kedokteran Program Sarjana, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Lambung Mangkurat Author

DOI:

https://doi.org/10.31004/sp3rfh67

Keywords:

Pemeriksaan Kesehatan , Pengobatan Gratis , Lahan Basah

Abstract

Lingkungan lahan basah rentan terhadap perubahan lingkungan, seperti cuaca dan iklim, menimbulkan dampak yang signifikan bagi masyarakat. Lahan basah selain menahan air dalam jumlah besar, yang sangat dibutuhkan manusia, juga dapat menyediakan kondisi optimal untuk kelangsungan hidup bakteri, protozoa, virus, dan cacing tertentu, serta inang, reservoir, dan vektornya yang dapat menimbulkan penyakit pada masyarakat sehingga potensi dan masalah kesehatan komunitas akan berbeda dengan wilayah yang lain (Rachmawati & Herawati, 2022). Wilayah lahan basah rentan terhadap berbagai masalah kesehatan akibat kondisi lingkungan. Tim pengabdian masyarakat Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Lambung Mangkurat melaksanakan kegiatan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis di RT 07 Desa Pantai Hambawang pada 20 April 2024. Metode kegiatan meliputi pemeriksaan fisik, pengukuran tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, hemoglobin, serta pemberian obat-obatan dan edukasi kesehatan. Sebanyak 12 warga terlibat dengan mayoritas perempuan berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Hasil pemeriksaan menunjukkan beberapa masalah kesehatan seperti overweight, hipertensi, hiperkolesterolemia, serta keluhan umum seperti pusing dan pegal linu. Kegiatan ini meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan berkala dan penanganan dini masalah kesehatan. Kegiatan ini diharapkan dapat berkelanjutan untuk mendukung derajat kesehatan masyarakat lahan basah. Penulis merekomendasikan adanya pemeriksaan rutin dan penyuluhan kesehatan secara berkala.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anthonj, C., Diekkrüger, B., Borgemeister, C., & Thomas Kistemann. (2019). Health risk perceptions and local knowledge of water-related infectious disease exposure among Kenyan wetland communities. International Journal of Hygiene and Environmental Health, 222(1), 34–48. https://doi.org/10.1016/j.ijheh.2018.08.003

Anthonj, C., Rechenburg, A., Höser, C., & Kistemann, T. (2017). Contracting infectious diseases in Sub-Saharan African wetlands: A question of use? A review. In International Journal of Hygiene and Environmental Health (Vol. 220, Issue 7, pp. 1110–1123). Elsevier GmbH. https://doi.org/10.1016/j.ijheh.2017.07.008

Aulia, A. C. P. A., Hasyim Hamzah, & Sunarsih. (2023). Faktor Risiko Sanitasi terhadap Infeksi Soil-Transmitted Helmint di Pemukiman Lahan Basah. Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal, 13(3). http://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM

Fajari, N. M., & Nur’amin, H. W. (2023). The Effect of Wetland Geography on the Prevalence of Diabetes Mellitus in South Kalimantan. Berkala Kedokteran, 19(2), 161. https://doi.org/10.20527/jbk.v19i2.17387

Guna, S. D., Agrina, Herlina, Nopriadi, & Nurhayati. (2024). Kurangnya Manajemen Perawatan Diri dan Pengendalian Tekanan Darah Pasien Hipertensi di Daerah Lahan Basah. Jurnal Imiah Keperawatan Imelda, 10(1).

Notohadiprawiro, T. (2006). Lahan Basah: Terra Incognita 1.

Rachmawati, K., & Herawati. (2022). Pengkajian Keperawatan Kesehatan Lahan Basah Berfokus Pada Keperawatan Komunitas: Literatur Review. Jurnal Dunia Keperawatan, 10(3).

Salim, E. (2019). Developing Sustainably Kalimantan Selatan. Prosiding Seminar Nasional Lingkungan Lahan Basah, 4(1), 1–6.

Sintowati, R., & Romadhon, Y. A. (2021). Analisis Faktor Individu, Keluarga dan Lingkungan sebagai Faktor Risiko Berat Badan Lebih/Obesitas pada Penduduk Indonesia (Sebuah Studi Observasional). The 13th University Research Colloqium 2021.

Ulfah, F., Agung Perdana, M., Alifa Nur Istiqomah, N., Hadiqo, N., & Rayal Ain, N. (2022). Identifikasi Faktor Sanitasi Lingkungan pada Keluarga dengan Balita Stunting di Desa Keliling Benteng Ulu Kabupaten Banjar. 3rd LUMMENS.

Wahyuni, Yunus, M. A., Madika, R. C., Maulidya, A. B., Adabiah, S. R., & Mujiningtyas, T. R. J. (2023). Faktor Risiko Kejadian Stunting pada Balita di Lahan Basah. Jurnal Kesehatan Tambusai, 4(4).

Widya Gandhi, D., Pabidang, S., Febrianti, L., Monalisa, D., Andini Suganda Putri, A., Sija, A., Safira, N., Rasekina, A., Sari, F., Mulya Septiana Utami, R., Syswianti, D., Putri Ayu, D., Wahyuni Fatmawati, S., Setiyani Yulandari, A., Sani, T., Studi Kebidanan, P., & Guna Bangsa Yogyakarta, S. (2025). LANSIA CERIA: Pendekatan Preventif dalam Meningkatkan Kesehatan Lansia. Jurnal Medika: Medika, 4(2)

Downloads

Published

2025-07-27

Issue

Section

Articles