Peningkatan Literasi Kesehatan Masyarakat Melalui Edukasi dan Pemeriksaan Kesehatan di Kabupaten Bandung
DOI:
https://doi.org/10.31004/cddf9a30Keywords:
Edukasi kesehatan, Literasi kesehatan, Pengabdian masyarakat, Pemeriksaan kesehatan, RemajaAbstract
Kesehatan masyarakat merupakan hal penting dalam meningkatkan kualitas hidup, khususnya di daerah pinggiran kota yang seringkali memiliki akses terbatas terhadap informasi kesehatan. RW 06 Dusun Andir, Desa Pakutandang, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, menghadapi berbagai masalah kesehatan, seperti potensi stunting pada anak, hipertensi pada orang dewasa, dan kurangnya pemahaman masyarakat mengenai perilaku hidup bersih, kesehatan ginjal, penyalahgunaan zat pada remaja, serta kebersihan lingkungan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan masyarakat melalui penyuluhan kesehatan dan pemeriksaan kesehatan dasar, termasuk skrining tekanan darah, pencegahan stunting, kesehatan ginjal, serta pencegahan penyalahgunaan zat pada remaja. Metode yang digunakan meliputi identifikasi masalah kesehatan melalui wawancara dengan masyarakat, wawancara langsung tokoh Masyarakat, penyuluhan langsung mengenai pencegahan stunting, pengelolaan hipertensi, pola hidup sehat, kesehatan ginjal, pencegahan penyalahgunaan zat pada remaja, serta kebersihan lingkungan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat yang signifikan, tercatat dengan peningkatan skor pengetahuan dari 58,4 (pre-test) menjadi 85,2 (post-test). Perubahan skor menunjukkan peningkatan sebesar 45.89% setelah edukasi penyuluhan. Penyuluhan ini berhasil meningkatkan kesadaran warga mengenai pentingnya deteksi dini penyakit dan penerapan pola hidup sehat. Hasil pengabdian ini menegaskan pentingnya pendekatan edukatif-partisipatif dalam meningkatkan literasi kesehatan di komunitas yang membutuhkan.
Downloads
References
Arah, O. A., & Klazinga, N. S. (2004). How to strengthen healthcare performance measurement and improvement systems in developing countries. International Journal for Quality in Health Care, 16(1), 1–4.
Black, R. E., Victora, C. G., Walker, S. P., Bhutta, Z. A., Christian, P., de Onis, M., ... & Uauy, R. (2013). Maternal and child undernutrition and overweight in low-income and middle-income countries. The Lancet, 382(9890), 427–451.
Cairncross, S., Hunt, C., Boisson, S., Bostoen, K., Curtis, V., Fung, I. C., & Schmidt, W.P. (2010). Water, sanitation and hygiene for the prevention of diarrhoea.
International Journal of Epidemiology, 39(Suppl_1), i193–i205.
Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung. (2023). Laporan Hasil Survei Kesehatan Ibu dan Anak Kabupaten Bandung.
Green, L. W., & Kreuter, M. W. (1991). Health Promotion Planning: An Educational and Environmental Approach. Mayfield Publishing Company.
Handayani, A., Suryani, S., & Fitriani, L. (2021). Peran Kader Kesehatan dalam Peningkatan Pengetahuan Ibu Balita. Jurnal Kesehatan Masyarakat.
Hassan, Z., Muzaimi, M., Navaratnam, V., Yusoff, N. H., Suhaimi, F. W., Vadivelu, R., & Amato, D. (2013). From Kratom to mitragynine and its derivatives: Physiological and behavioural effects related to use, abuse, and addiction. Neuroscience & Biobehavioral Reviews, 37(2), 138–151.
Ismail, M. (2013). Women entrepreneurship and SMEs in Malaysia: Need for data research and effective policies. International Journal of Entrepreneurship and Small Business, 19(4), 535–550.
Kabeer, N. (1999). Resources, agency, achievements: Reflections on the measurement of women's empowerment. Development and Change, 30(3), 435–464.
Kemenkes RI. (2018). Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018.
Kementerian Kesehatan RI.
Kemenkes RI. (2018). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2018. Kementerian Kesehatan RI.
Kemenkes RI. (2022). Hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI). Kementerian Kesehatan RI.
Kemenkes RI. (2022). Laporan Nasional Riskesdas 2022. Kementerian Kesehatan RI. Knowles, M. S. (1984). Andragogy in Action: Applying Modern Principles of Adult Education. Jossey-Bass.
Ministry of Health of the Republic of Indonesia. (2015). Pedoman Pelaksanaan Posyandu.
Kementerian Kesehatan RI.
Ministry of Health of the Republic of Indonesia. (2018). Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Kementerian Kesehatan RI.
Notoatmodjo, S. (2010). Promosi Kesehatan: Teori dan Aplikasi. Rineka Cipta. Notoatmodjo, S. (2012). Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Rineka Cipta.
Prüss-Ustün, A., Bartram, J., Clasen, T., Colford, J. M., Cumming, O., Curtis, V., ... & Cairncross, S. (2014). Burden of disease from inadequate water, sanitation and hygiene in low-and middle-income settings: A retrospective analysis of data from 145 countries. Tropical Medicine & International Health, 19(8), 894–905.
Rahmawati, D., & Sari, W. (2020). Pengaruh Edukasi Kesehatan Terhadap Perubahan Perilaku Masyarakat. Jurnal Promosi Kesehatan.
Santoso, B., & Wijaya, A. (2023). Efektivitas Penyuluhan Kesehatan Berbasis Partisipasi Masyarakat. Jurnal Kesehatan Masyarakat.
Sun, J., & Buys, N. (2013). Effectiveness of a participative community singing program to enhance the health and well-being of older people. Australasian Journal on Ageing, 32(1), 46–53.
World Health Organization. (2014). Global nutrition targets 2025: Stunting policy brief (WHO/NMH/NHD/14.3). WHO.
World Health Organization. (2016). Health Literacy Toolkit for Low and Middle-Income Countries.
Yuliana, R., Hariani, D., & Pratiwi, T. R. (2022). Peningkatan Pengetahuan Gizi Ibu melalui Edukasi Kesehatan Berbasis Komunitas. Jurnal Gizi dan Kesehatan.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Eki Pratidina, R. Siti Jundiah, Cucu Rokayah, Susan Irawan, Haerul Imam

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












