Perikardiosintesis dan Perikardiektomi pada Efusi Perikardial Tuberkulosis
DOI:
https://doi.org/10.31004/s37apz45Keywords:
Tuberkulosis perikardial (TB-PE), Efusi perikardial, Tuberkulosis ekstrapulmoner (EPTB), Perikardiocentesis, Pengobatan anti-tuberkulosis (OAT)Abstract
Efusi perikardial tuberkulosis (TB-PE) adalah bentuk langka namun serius dari tuberkulosis
ekstrapulmoner (EPTB) yang menjadi penyebab utama efusi perikardial di wilayah dengan beban
TB tinggi. Tanpa diagnosis yang tepat dan terapi yang cepat, TB-PE dapat menyebabkan kematian
dan prognosis yang buruk. Diagnosis dini dan intervensi cepat sangat penting untuk meningkatkan
hasil pasien. Metode kami melaporkan kasus seorang bayi perempuan berusia 2 bulan 28 hari yang
dirawat di Rumah Sakit Zainoel Abidin, Banda Aceh, pada 12 Januari 2020. Pasien mengeluhkan
sesak napas selama satu bulan yang semakin memburuk dalam dua hari terakhir, disertai batuk
produktif, demam, dan kesulitan makan. Ayah pasien sedang menjalani pengobatan TB paru aktif.
Pemeriksaan fisik menunjukkan retraksi interkostal, suprasternal, dan epigastrium, serta suara
crepitus di dua pertiga bawah paru. Hasil ekokardiografi pada 14 Januari 2020 menunjukkan efusi
perikardial masif tanpa tanda tamponade. Berdasarkan skor TB 10 dan riwayat kontak, pasien
didiagnosis dengan TB ekstrapulmoner dan memulai pengobatan anti-tuberkulosis (OAT). Pada 22
Januari 2020, dilakukan prosedur subxifoide perikardial window, yang mengalirkan 100 cc cairan
kekuningan dari rongga perikardial. Pasca-prosedur, saturasi oksigen pasien meningkat dari 92%
menjadi 98%. Hasil kasus ini menegaskan pentingnya mempertimbangkan tuberkulosis sebagai
penyebab efusi perikardial pada pasien pediatrik dengan riwayat kontak TB. Diagnosis dini dan
perawatan cepat, termasuk perikardiocentesis dan terapi OAT, sangat penting untuk mencegah
komplikasi serius dan meningkatkan prognosis pasien.
Downloads
References
Suman, A., Sarin, J. L., Grant, S. C., & Bazaraa, T. A. (2003). A case of tuberculous pericardial
effusion. Age and Ageing, 32(4), 450–452.
Cherian, G. (2004). Diagnosis of tuberculous aetiology in pericardial effusions. Postgraduate
Medical Journal, 80(942), 262–266.
Nagawidjaya, B. (2007). Efusi perikardium tuberkulosis. Jurnal Kardiologi Indonesia, 28(4), 454–
Safri, Z., Hasan, R., Isnanta, R., & Vegas, A. (2016). Hubungan efusi perikardium dengan
Mycobacterium tuberculosis. Universitas Sumatra Utara, 1–21.
Imazio, M., & Adler, Y. (2013). Management of pericardial effusion. European Heart Journal,
(15), 1186–1197. http://dx.doi.org/10.1093/eurheartj/ehs372
Chiu, N., et al. (2016). A mysterious effusion: Tuberculous perikarditis. Journal of Pediatrics,
(1), 271-271.e1.
Vakamudi, S., Ho, N., & Cremer, P. C. (2017). Pericardial effusions: Causes, diagnosis, and
management. Progress in Cardiovascular Diseases, 59(4), 380–388.
Fatmasari, A., & Fauzar. (2019). Pleuropericardial effusion tuberkulosis. Jurnal FK Unand, 8(2),
–97.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2011). Pedoman nasional pengendalian tuberkulosis
(hlm. 1–110).
Aboyans, V., et al. (2018). ESC guidelines on the diagnosis and treatment of peripheral arterial
diseases, in collaboration with the European Society for Vascular Surgery (ESVS).
European Heart Journal, 39(10), 763–821.
Amin-Beidokhty, A., Norouzi, Z., Amiri, A., & Almasian, M. (2016). Pericardial tuberculosis with
an emphasis on empiric therapy in endemic areas for tuberculosis (a case report).
International Journal of Mycobacteriology, 5(4), 360–365.
Om, S. Y., et al. (2014). T cell–based assay of pericardial fluid mononuclear cells for the diagnosis
of tuberculous. Journal of the American College of Cardiology, 64(17), 1966–1968.
Song, J., et al. (2012). Diagnosis of tuberculous pericardial effusion by T cell-based assays on
pericardial fluid mononuclear cells. Journal of the American College of Cardiology, 59(17),
E1589.
World Health Organization. (2003). Treatment of tuberculosis: Guidelines for national
programmes (3rd ed.).
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Nanda Subhan, Said Qadaru Alaydrus, Khalikul Razi, Darul Ilham

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












