Penyegaran Work Ethic Skill of Student (WESS) Dukungan Kualitas Lulusan SMKN 1 Tarakan Berkarir di Kihi Kaltara

Authors

  • Riski Sovayunanto Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Pendidikan, Universitas Borneo Tarakan Author
  • Siti Rahmi Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Pendidikan, Universitas Borneo Tarakan Author https://orcid.org/0009-0007-9435-1096
  • Suprianto Suprianto Program Studi Hukum Bisnis, Institut Teknologi dan Bisnis Maritim Balik Diwa Author https://orcid.org/0000-0002-5076-9737

DOI:

https://doi.org/10.31004/0y6gct37

Keywords:

Karir , Kualitas lulusan , KIHI , WESS

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan kerja siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) melalui penguatan etos kerja dalam menyongsong pembangunan Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) di Kalimantan Utara. Program bertajuk Work Ethic Skill of Students (WESS) dilaksanakan selama delapan hari dengan melibatkan siswa kelas XI SMKN 1 Tarakan sebagai peserta. Pendekatan yang digunakan adalah student-centered learning berbasis partisipatif yang mengintegrasikan metode diskusi, simulasi, refleksi diri, permainan edukatif, dan konseling. Materi kegiatan difokuskan pada sembilan aspek etos kerja, yaitu motivasi, inisiatif, kerjasama, kontrol diri, komitmen, stabilitas emosi, hubungan interpersonal positif, disiplin kerja, dan ketahanan kerja. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, serta observasi dan refleksi peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman dan sikap siswa terhadap nilai-nilai etos kerja. Sesi reflektif seperti “Siapa Aku di Masa Depan”, “Simulasi Masa Depan”, dan “Konseling KIPAS” memperkuat kesadaran diri siswa terhadap pentingnya membangun karakter yang siap menghadapi dunia kerja. Selain berdampak pada siswa, kegiatan ini juga mendapat apresiasi dari guru bimbingan konseling dan mitra industri karena dinilai kontekstual dan relevan dengan kebutuhan tenaga kerja saat ini. Dengan demikian, program WESS menjadi model penguatan karakter yang dapat direplikasi di sekolah lain sebagai upaya kolaboratif antara pendidikan dan dunia industri dalam membangun sumber daya manusia unggul di wilayah strategis seperti Kalimantan Utara.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arsyad, M., & Mukoyimah, S. (2023). Merdeka belajar dan kampus Merdeka: Kajian filsafat Pendidikan Barat dan Timur serta realitasnya. Jurnal Filsafat Indonesia, 6(2), 291–302.

Biggs, J., Tang, C., & Kennedy, G. (2022). Teaching for quality learning at university 5e. McGraw-hill education (UK).

Freeman, S., Eddy, S. L., McDonough, M., Smith, M. K., Okoroafor, N., Jordt, H., & Wenderoth, M. P. (2014). Active learning increases student performance in science, engineering, and mathematics. Proceedings of the National Academy of Sciences, 111(23), 8410–8415.

Intan, N., Wijaya, S., Satriyadi, S., Siahaan, A., & Nasution, I. (2023). Implementasi Manajemen Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka Pada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam, 12(02).

Nurjannah, S., & Alhudawi, U. (2024). Telaah Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dalam Memperkuat Soft Skill Mahasiswa. Pancasila and Civics Education Journal (PCEJ), 3(1), 10–18.

Pohan, F. S., & Kisman, Z. (2022). Dampak pelaksanaan merdeka belajar kampus merdeka di Universitas Trilogi (studi kasus: Prodi Manajemen). Islamic Banking: Jurnal Pemikiran Dan Pengembangan Perbankan Syariah, 7(2), 307–314.

Prince, M. (2004). Does active learning work? A review of the research. Journal of Engineering Education, 93(3), 223–231.

Downloads

Published

2025-07-14

Issue

Section

Articles