Peran Apoteker Dalam Edukasi Obat Untuk Lansia di Desa Belabori Kab. Gowa

Authors

  • Nurhikma Awaluddin Program Studi S1 Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Megarezky Makassar Author
  • Nasrawati Basir Program Studi S1 Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Megarezky Makassar Author
  • Sriyanty Sadsyam Program Studi S1 Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Megarezky Makassar Author
  • Akbar Awaluddin Program Studi S1 Farmasi, Fakultas Kesehatan, Universitas Almarisah Madani Author

DOI:

https://doi.org/10.31004/c3qm7k08

Keywords:

Edukasi , Lansia , Apoteker

Abstract

Di Indonesia, populasi usia lanjut terus meningkat seiring dengan tingginya angka harapan hidup. Menurut Badan Pusat Statistik, jumlah penduduk lansia di Indonesia pada tahun 2024 diperkirakan mencapai lebih dari 26 juta orang. Lansia sering kali menghadapi berbagai tantangan kesehatan yang kompleks, termasuk penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, dan gangguan jantung. Selain itu, mereka juga cenderung menggunakan beberapa jenis obat secara bersamaan, yang dikenal sebagai polifarmasi. Polifarmasi dapat meningkatkan risiko terjadinya efek samping, interaksi antar obat, serta kesalahan penggunaan obat, yang semuanya dapat berdampak negatif pada kesehatan lansia. Dalam konteks ini, peran apoteker menjadi sangat vital. Apoteker memiliki pengetahuan mendalam tentang farmakologi, termasuk mekanisme kerja obat, interaksi obat, dan efek samping yang mungkin terjadi. Dengan pengetahuan ini, apoteker dapat memberikan edukasi yang tepat kepada lansia mengenai cara penggunaan obat yang aman dan efektif. Edukasi ini meliputi informasi mengenai dosis yang benar, waktu yang tepat untuk mengonsumsi obat, serta tanda-tanda efek samping yang perlu diwaspadai. Selain itu, apoteker juga dapat membantu lansia dalam memahami pentingnya mematuhi regimen pengobatan yang telah ditentukan oleh dokter, sehingga dapat mencegah komplikasi yang lebih serius. Pemeriksaan kesehatan secara berkala juga merupakan aspek penting dalam pengelolaan kesehatan lansia. Melalui pemeriksaan rutin, masalah kesehatan dapat terdeteksi lebih awal, sehingga penanganan yang tepat dapat dilakukan. Apoteker dapat berkontribusi dalam hal ini dengan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pemeriksaan kesehatan dan bagaimana cara mengakses layanan kesehatan yang ada. Dengan memberikan informasi yang akurat dan mudah dipahami, apoteker dapat memberdayakan lansia untuk mengambil keputusan yang lebih baik terkait kesehatan mereka.

Downloads

Download data is not yet available.

References

American Society of Health-System Pharmacists. (2018). "The Role of the Pharmacist in the Care

of Older Adults.

American Pharmacists Association. (2020). Role of Pharmacists in Patient Education

Badan Pusat Statistik. (2023). Statistik Penduduk Lansia.

Berkowitz, R. et al. (2019). Polypharmacy in the Elderly: A Review of the Literature.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Program Pengabdian Masyarakat dalam

Kesehatan.

National Institute on Aging. (2022). Health and Aging: A Guide for Seniors.

Ratanawongsa, N., et al. (2016). "The Role of Pharmacists in the Management of Polypharmacy in

Older Adults." Journal of the American Geriatrics Society, 64(11), 2324-2329.

World Health Organization. (2016). "Medication safety in polypharmacy: technical series on safer

primary care”

World Health Organization. (2021). Medication Safety in Polypharmacy.

World Health Organization. (2020). World Report on Ageing and Health.

Downloads

Published

2025-07-08

Issue

Section

Articles