Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Pembuatan Teh Celup Buah Kersen Sebagai Antidiabet

Authors

  • Belinda Arbitya Dewi STIKES Rajekwesi Bojonegoro Author
  • Rony Setianto Program Studi Sarjana Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Rajekwesi Bojonegoro Author
  • Norma Winata Program Studi Sarjana Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Rajekwesi Bojonegoro Author
  • Masyrobatin Masyrobatin Program Studi Sarjana Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Rajekwesi Bojonegoro Author
  • Faradina Rosita Program Studi Sarjana Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Rajekwesi Bojonegoro Author
  • Siti Muslikhah Program Studi Sarjana Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Rajekwesi Bojonegoro Author

DOI:

https://doi.org/10.31004/8mmf0e43

Keywords:

Edukasi dan Pelatihan, Teh Celup , Buah Kersen , Antidiabet , PPDI

Abstract

Diabetes melitus adalah jenis penyakit yang tidak menular dengan jumlah kasus yang terus menerus bertambah setiap tahunnya. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pelatihan kepada masyarakat Desa Sambiroto, khususnya mitra dari Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Bojonegoro, mengenai pemanfaatan buah kersen (Muntingia calabura L.) sebagai teh celup herbal penurun kadar gula darah. Buah kersen dikenal memiliki kandungan senyawa bioaktif seperti flavonoid dan antioksidan yang berpotensi menurunkan kadar glukosa darah secara alami. Kegiatan dilaksanakan selama enam bulan, mulai Maret hingga Agustus 2025, dan melibatkan dosen serta mahasiswa dari Prodi S1 Farmasi STIKes Rajekwesi Bojonegoro. Metode pelaksanaan mencakup tiga proses atau tahapan, yang mencakup persiapan, pelaksanaan (edukasi dan pelatihan langsung), evaluasi dan penyelesaian. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan mitra mengenai tanaman obat, khususnya buah kersen, serta kemampuan dalam mengolahnya menjadi teh celup yang higienis dan siap dikonsumsi. Selain itu, kegiatan ini memberikan peluang ekonomi baru bagi masyarakat, terutama penyandang disabilitas, dalam mengembangkan produk herbal lokal. Kegiatan ini diharapkan dapat berkelanjutan dan menjadi alternatif pemanfaatan sumber daya alam lokal untuk peningkatan kesehatan masyarakat secara mandiri dan berdaya saing.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arbitya Dewi, B., Setianto, R., Luluk, S., Winata, N., Studi Farmasi, P., Rajekwesi Bojonegoro, S., … Studi DIII Keperawatan, P. (2023). Edukasi Dan Pelatihan Formulasi Sediaan Herbal Antipiretik Pada Penyandang Disabilitas Kabupaten Bojonegoro. Communnity Development Journal, 4(3), 6638–6644.

Dinas Sosial Bojonegoro. (2021). Jumlah Penyandang Disabilitas di Bojonegoro Turun 1,49 Persen. Bojonegoro.Com. Retrieved from https://www.bojonegoro.com/jumlah-penyandang-disabilitas-di-bojonegoro-turun-149-persen/

International Diabetes Federation. (2021). IDF Diabetes Atlas 10th edition (10th ed.). Brussels, Belgium: diabetesatlas.org. Retrieved from www.diabetesatlas.org

MS, D. S., Mahendika, D., Setianto, R., Azizah, F., & Dewi, B. A. (2023). Hubungan konsumsi gula dan konsumsi garam dengan kejadian diabetes mellitus. Holistik Jurnal Kesehatan, 17(5), 388–394. https://doi.org/10.33024/hjk.v17i5.12007

Setyaningsih, E. P., Saputri, F. C., & Mun’im, A. (2019). The Antidiabetic Effectivity of Indonesian Plants Extracts via DPP-IV Inhibitory Mechanism. Journal of Young Pharmacists, 11(2), 161–164. https://doi.org/10.5530/jyp.2019.11.34

Downloads

Published

2025-10-06

Issue

Section

Articles